DIGITAL GEN

Berkualitaslah dan Punya Pembeda

Mahasiswa UBD yang berkesempatan mengikuti magang ini diberi nama program Double Degree di tiga negara tersebut.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mendengar kata MEA, mungkin sebagian masyarakat sudah pada ngerti. Apalagi kalangan mahasiswa seharusnya wajib tau akan dampak besar dari pengaruh MEA yang akan terjadi tahun ini.

MEA atau lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan program negara negar di Asia Tenggara dalam bersatu membentuk kekuatan ekonomi baru. Negara ASEAN sepakat untuk menghadapi perdagangan bebas sehingga membuka secara luas lapangan pekerjaan.

Artinya Sumber Daya Manusia (SDM) negara-negara ASEAN akan lebih mudah dalam mencari pekerjaan di luar negaranya. Dapat dipastikan juga, persaingan akan dunia kerja bakal makin berat dan menjadi tantangan baru yang harus dihadapi.

Nah, pertanyaannya, siapkah SDM lokal Indonesia ? Ada lima profesi yang menjadi sorotan, agar siap menghadapi MEA. Pertama, insinyur (tenaga teknis), perawat (tenaga medis), dokter, akuntan, dan SDM bidang perhotelan. Kelima profesi ini yang kemungkinan akan mendapat serbuan dari tenaga asing. Siapkan mereka bersaing?

Ahmad Fauzan Amin, mahasiswa jurusan teknik sipil dari Politeknik Sriwijaya (Polsri) Palembang mengibaratkan MEA sebagai sebuah tantangan bagi dirinya untuk mampu bersaing dengan orang asing.

"Sebagai mahasisswa teknik sipil, tentunya perlu peningkatan kemampuan skill dalam dunia kerja. Hal ini dapat ditunjang dengan pemahaman akan software terbaru seperti autocad 2016, jangan sampai ketinggalan," katanya.

Kemampuan berbahasa asing juga ia genjot dengan kursus di lembaga bahasa. Penambahan skill ini dibuktikan dengan meraih nilai TOEFL yang tinggi," jawabnya.

Disamping itu juga, keahlian soft skill multak harus dimiliki mahasiswa sekarang. Dikatakannya, bila kemampuan seperti manajemen organiasi yang bisa didapatkan melalui keikutsertaan himpunan dapat membentuk kita menjadi jago berbicara dan percaya diri.

"Kalau mendengar dari pengalaman senior yang sudah berkerja, kemampuan soft skill seperti ini amat penting. Maka dari itu tak bisa diabaikan begitu saja, sebab ini juga menjadi pertanda buat kita mampu menantang SDM asing," ujarnya.

Senada dikatakan oleh Faisal Fani, Mahasiswa Ilmu komunikasi dari Universitas Bina Darma (UBD), selain kemampuan bahasa asing, kualitas diri juga harus ditingkatkan. "Punya kreativitas dalam diri juga akan menjadi pembeda," ujarnya meyakinkan.

Tak kalah penting adalah etika dalam berprilaku dan pengalaman kerja menjadi poin yang penting selanjutnya. "Perlu dingat, meski kita SDM lokal tapi jangan sampai kalah dengan orang asing. sebab kita tak mau hanya sekedar penonton di negeri sendiri," pungkasnya.

Magang ke Luar Negeri
Mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di era MEA sudah dilakukan secara bertahap oleh Universitas Bina Darma (UBD) Palembang. Melalui program pertukaran mahasiswa ke beberapa negara ASEAN menjadi kunci akan peningkatan kemampuan siswanya.

Hal ini disampaikan oleh Rektor UBD Palembang, Prof Ir H Buchori Rahman MSc. UBD ada program magang ke beberapa negara sekaligus.

“Selain mengirimkan mahasiswa, kita juga menerima balik beberapa mahasiswa asing yang berkesempatan belajar di sini. Lebih kurang ada 12 mahasiswa yang magang sekaligus kuliah ke negara Thailand, melalui program kementerian pendidikan nasional,” bebernya.

Di tahun 2016 ijni juga UBD menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi Australia, Jepang dan Korea Selatan sebagai tujuan magang berikutnya.

“Mahasiswa UBD yang berkesempatan mengikuti magang ini diberi nama program Double Degree di tiga negara tersebut. Nantinya mereka akan belajar dan berkerja, ini akan sangat baik dalam menambah kemampuan tidak hanya akademik mereka melainkan juga soft skillnya,” tuturnya. (mg15)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved