Banjir di PALI Disebabkan Curah Hujan Tinggi
Meluapnya beberapa aliran sungai di wilayah Bumi Serapat Serasan disebabkan curah hujan masih tinggi

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ari Wibowo
TRIBUNSUMSEL.COM,PALI-Meluapnya beberapa aliran sungai di wilayah Bumi Serapat Serasan disebabkan curah hujan masih tinggi, diperkirakan pertengahan bulan April cuaca kembali normal seperti biasa.
Informasi itu, disampaikan kepala Badan Penanggulan Bencana Daereh (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Rusman Firman. Dia juga mengatakan daerah yang berdekatan aliran sungai rawan terkena banjir.
"Meluap sungai, disebabkan curah hujan masih tinggi, diperkirakan pertengahan bulan April cuaca kembali normal, kita terus koordinasi dengan BMKG Provinsi Sumsel untuk memantau cuaca," kata Rusman, Senin(14/3).
Dia mengatakan, daerah rawan banjir diantaranya 10 desa, di Kecamatan Tanah Abang diantaranya Desa Modong, Pandan, Muara Sungai, Tanjung Dalam, Tanah Abang Selatan, Suka Raja, Curup, Sedupi dan Harapan Jaya. desa itu berdekatan aliran sungai lematang.
"10 desa itu di Kecamatan Tanah Abang, berdekatan dengan aliran sungai lematang, sedangkan di Kecamatan Abab, rawan banjir Desa Tanjung Kurung dan Karang Agung, banjir itu disebabkan meluapnya sungai batang hari abab," sambung Rusman.
"Kecamatan Penukal, Desa Air Itam dan Babat, juga rawan banjir karena berdekatan sungai sebanggut, dan Kecamatan Penukal Utara, Desa Tempirai sementara itu di Kecamatan Talang Ubi, rawan banjir di daerah Talang Pipa berdekatan aliran sungai abab," tambah Rusman.
Rusman, mengakui pihaknya meninjau warga yang kena banjir, banyak masyarakat mengeluhkan terserang penyakit diare gatal-gatal akibat banjir.
"Dari lapangan lokasi warga terkena banjir, mereka mengeluhkan kena penyakit gatal-gatal dan diare, mereka sangat perlu sekali bantuan obat-obatan," ungkap Rusman.
Dia mengatakan, pihaknya hanya bisa membantu evakuasi bagi warga yang terkena banjir, selain itu pihaknya terus memantau daerah banjir dengan membuat tim.
"Kalau kita cuma bantu evekuasi , dan ada tim yang terdiri lima orang, mereka bergerak memantau banjir dengan menggunakan mobil rescue, menggunakan mobil resque, 5 orang terus memantau banjir," jelas Rusman.
Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, dr Eni Zatila, MKM mengatakan mengimbau bagi warga yang terkena serangan penyakit gatal-gatal dan diare segera berobat ke Pusat Kesehatan Desa(Puskesdes) dan Puskesmas terdekat.
Dan belum bisa menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kejadian warga yang terserang penyakit.
"Belum bisa kita tetap KLB, kalau ada warga yang meninggal dunia karena penyakit itu,(gatal-gatal dan diare) baru kita bisa tetapkan KLB, untuk sekarang warga yang kena penyakit itu bisa berobat ke Puskesdes atau Puskesmas terdekat," ungkap Eni.