Pengasuh Ponpes Pukul Kepala Pendekar Silat, Ratusan Massa Bakar Pondok Pesantren di OKUT
Ratusan massa yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat di Kabupaten OKU Timur melakukan pembakaran terhadap bangunan Pondok Pesantre
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Ratusan massa yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat di Kabupaten OKU Timur melakukan pembakaran terhadap bangunan Pondok Pesantren Padepokan 9/ponpes gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya Kecamatan Madang Suku I OKU Timur Rabu (17/2) sekitar pukul 20.30 malam.
Tidak ada koran jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah karena satu lokal terbakar.
Setelah melakukan pembakaran ratusan warga tersebut kemudian meninggalkan Ponpes gundul.
Informasinya Kamis (18/2) pembakaran yang dilakukan oleh ratusan orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat tersebut dipicu oleh tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Pengasuh Ponpes Gundul bernama Mukhlis (48) terhadap orang warga masing-masing bernama Tijo dan anaknya Purwanto (38) warga Desa Tuguharum kecamatan Belitang Madang Raya menggunakan batu ketika melintas di Depan Ponpes tersebut.
Tijo dan anaknya Purwanto yang merupakan salah satu anggota pencak silat berangkat berangkat menyadap karet pukul 06.30 dihadang oleh Mukhlis ketika melintas di depan Ponpes.
Mukhlis yang merupakan salah satu pengasuh Ponpes Gundul itupun kemudian langsung memukul korban Tijo menggunakan batu tepat di bagian keningnya hingga menyebabkan korban terjatuh.
Setelah memukul korban pelaku kemudian langsung masuk kembali kedalam ponpes. Anak korban yang melihat orangtuanya tersungkur langsung membawanya ke Rumah Sakit Charitas Gumawang dengan dibantu warga sekitar.
Namun karena luka di bagian kepala korban cukup parah sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.
Polisi yang mendapatkan laporan adanya pemukulan hingga menyebabkan Tijo meninggal dunia kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap Muklis (48).
Namun beberapa jam setelah Mukhlis ditangkap, sekitar pukul 20.30 ratusan orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat melakukan penyerangan dan pembakaran salah satu lokal ponpes tersebut.
Untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, sejumlah polisi melakukan penjagaan ketat di lokasi ponpes tersebut agar tidak terjadi bentrok susulan antara santri pondok dan anggota pencak silat yang telah melakukan pembakaran karena salah satu orangtua anggota mereka meninggal akibat dipukul oleh pengasuh ponpes tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/salah-satu-lokal-yang-terbakar-di-pondok-pesantren-padepokan-9-ponpes-gundul_20160219_120021.jpg)