Makna Kicauan Jokowi Soal Mencatut Nama Presiden di Twitter
"Presiden betul-betul tak ada orang yang menyalahgunakan nama Presiden, wibawa presiden untuk keperluan pribadi," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepr
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengungkapkan pesan yang ada dibalik kicauan Presiden Joko Widodo melalui akun resmi Twitter kemarin soal catut nama.
Pramono mengatakan, Presiden Jokowi ingin membangun tradisi baru yang ada di dalam sistem pemerintahan yang transparan.
"Presiden betul-betul tak ada orang yang menyalahgunakan nama Presiden, wibawa presiden untuk keperluan pribadi," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/1/2016).
Lanjut dia "Siapa pun itu. Temasuk bagi pejabat negara, keluarga atau bagi para pebosnis pelaku usaha atau siapa pun itu."
Pramono mengatakan, Presiden Jokowi ingin membangun suatu sistem pemerintahan yang bersih dan transparan.
Menurut Pramono, praktik catut mencatut nama Presiden seringkali terjadi.
Hal tersebut yang menyebabkan Presiden telah memerintah kepada jajarannya di lingkungan Istana agar melaporkan adanya praktik tersebut.
Namun, Pramono tidak menjelaskan secara detail kicauan Presiden di Twitter terkait peristiwa apa.
Ia hanya mengatakan kicauan tersebut agar proses tender proyek pemerintah yang akan dimulai tidak ada praktik pencatutan nama.
"Presiden mata telinganya banyak. Punya Lemsaneg, BIN, BNPT, yang semua punya alat pastinya ada yang melapor," ucap dia.
Dijelaskan dia, pemerintah saat ini sedang memulai proses tender pengadaan barang dan jasa lebih awal dari jadwal yang ditentukan bulan Mei atau april.
"Sebelum itu terjadi secara terbuka Presiden menyampaikan bahwa itu betul betul tak berlaku dan orang jangan terpancing," kata Pramono.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam akun twitternya berkicau soal catut mencatut nama, Kamis (21/1/2016).
"Siapapun catut nama saya (keluarga/relawan/pejabat/lainnya), minta jabatan/proyek abaikan saja. Pemerintahan bersih harus dipraktikkan," kicau Jokowi dalam akun twiiter pribadinya @jokowi.