Suap Musi Banyuasin
Eksklusif: Tersadap KPK, Lucy Curhat Berat Badan, Apa Katanya?
“Nal, Aku nyari obat pelangsing ni la keliling. Bukan ngecikken badan, malah besaken. Sekarang lantak KPK ini badan aku turun 8 kilo,” ujar Lucianty
TRIBUNSUMSEL.COM - Anggota DPRD selama ini sangat menyukainya kejujuran dan bertanggung jawab pada setiap tugas yang diberikan. Bahkan selama tugasnya membagikan uang, tidak serupiah pun dikurangi.
Semua anggota dewan yang menerima uang itu mengaku senang. Tambahan itu dianggap cukup membantu setelah banyak uang habis untuk dana kampanye. Ia juga tidak menapik tetap menerima upah dari jasanya membagikan uang itu.
Baca juga: Eksklusif: Pembagi Uang Suap DPRD Muba Nyerah Usai Dengar Sadapan KPK
"Makanya, aku tidak mau berdebat soal ini. Kalau ada omongan uangnya belum sampai, terus saya yang ambil. Saya tegaskan, uang itu sudah ada di anggota dewan yang bersangkutan, yang dipercaya, tinggal konfirmasi ke dia saja," katanya.
Sepengetahuan Iwan, uang yang diperoleh dari Syamsuddin Fei itu digunakan untuk kebutuhan operasional dewan. Misalnya makan, transportasi, ada juga yang bersenang-senang karaoke bersama.
Baca juga: Eksklusif: Rumus Suap, Pimpinan 100 Juta, Fraksi 75 Juta, Biasa 50 Juta
Setelah kasus ini mencuat, Anggota DPRD Muba mulai ketar-ketir. Beberapa diantaranya mulai sulit tidur dan banyak yang berat badannya turun hingga 8 kg.
Termasuk Lucianty, istri bupati yang mengalami penurunan berat badan. Itu diketahui Iwan setelah mendengar percakapan di telepon yang disadap KPK. Sadapan itu kembali diperdengarkan ketika dia diperiksa penyidik.
“Nal, Aku nyari obat pelangsing ni la keliling. Bukan ngecikken badan, malah besaken. Sekarang lantak KPK ini badan aku turun 8 kilo,” ujar Lucianty kepada Kepala Dinas PUCK, Zainal Arifin.
Baca berita lengkapnya di edisi cetak Tribun Sumsel, Sabtu (5/9/2015)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-korupsi-suap_20150905_153207.jpg)