Rapat Fiktif Setor Jutaan

Eksklusif: Sindikat Penipu Coba Jebak Dosen Unsri Dengan Rapat Fiktif

"Teman waktu itu ditipu Rp 10 juta. Seorang doktor di Unsri. Mungkin konsentrasinya waktu itu lagi terbagi sehingga masuk perangkap," ujar Retno dijum

ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Fokus Dr Retno Susanti mengajar pagi itu terganggu. Baru saja ia menerima layanan pesan singkat (SMS) dari Pembantu Rektor (Purek) 1 Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr Anis Saggaf untuk menghadiri rapat kerja nasional di Jakarta.

Pesan itu meminta peserta menghubungi satu nomor telepon untuk mengambil dana transportasi. Mencium adanya gelagat tidak beres, Sekretaris Satuan Pengawas Internal Unsri ini segera mengonfirmasi ke Anis Saggaf. Undangan melalui pesan SMS itu dibantah, tidak pernah ada.

Setidaknya sudah tiga kali dosen sejarah ini menerima SMS demikian. Rekannya di Unsri juga banyak menerima SMS yang sama. Beberapa di antaranya terkecoh sampai masuk perangkap dan kehilangan puluhan juta.

Mereka yang tertipu awalnya menghubungi nomor telepon yang tertera di pesan itu. Selanjutnya, seorang pria melalui sambungan komunikasi mengarahkan target korban ke mesin ATM untuk metransfer sejumlah uang.

"Teman waktu itu ditipu Rp 10 juta. Seorang doktor di Unsri. Mungkin konsentrasinya waktu itu lagi terbagi sehingga masuk perangkap," ujar Retno dijumpai di Kampus Unsri Palembang, Rabu (25/8).

Pesan ajakan dikirim menggunakan nomor berbeda. Penerima pesan bisa ragu itu adalah penipuan atau bukan gara-gara ada penyebutan nama yang bersangkutan. Seolah-olah pesan itu benar adanya dikirim oleh pejabat Unsri.

Agendanya mengikuti rapat kerja nasional, semua biaya transportasi dan akomodasi sebesar Rp 7 juta ditanggung oleh panitia dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Selain itu, pesan itu juga mengingatkan untuk mengambil undangan di ruang pejabat Unsri yang dicatut namanya.
Pesan undangan seminar dan rapat kerja ini bukan hanya diterima oleh dosen, sejumlah mahasiswa juga mendapatkannya. Perbedaannya terletak pada nama pejabat yang dicatut.

Jika dosen maka nama pejabat yang dicatut Prof Dr Anis Sagaf, Pembantu Rektor 1 yang bakal dilantik jadi Rektor Unsri. Sedangkan pesan undangan untuk mahasiswa yang dicatut nama Pembantu Rektor III, Syarif Husin selaku pejabat yang membawahi urusan kemahasiswaan.

"Seminar dan pelatihan itu penting. Bisa jadi dasar kenaikan jabatan, dan yang paling mendasar adalah prestis," jelas Retno yang sering mengikuti rapat dan seminar di luar negeri ini.

Beberapa kegiatan itu didanai oleh penyelenggara dan sebagian lagi oleh lembaga tempat bekerja. Misalnya saat ia menjadi pembicara di luar negeri, maka dana akomodasi dan transportasi ditangung penyelenggara.

Retno mengakui, data-data pribadi termasuk nomor telepon dosen sangat mudah didapatkan. Semua tertera di buku panduan akademik, selain itu dosen yang sering hadir dikegiatan umum sering meninggalkan identitas untuk dihubungi.

Baca berita lengkapnya di edisi cetak Tribun Sumsel, Senin (31/8/2015)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved