Program Bayi Tabung

EKSKLUSIF: Biaya Bayi Tabung Rp 60 Juta

Meri menerangkan, ketika dinyatakan bahwa program bayi tabungnya yang dijalani berhasil, ia mengaku sangat bahagia luar biasa.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Usia perkawinan sudah hampir mencapai tujuh tahun tapi belum dikaruniai anak. Itulah yang membuat Meri (bukan nama sebenarnya, red) dan sang suami memilih program bayi tabung untuk dapat memiliki keturunan. Meri merupakan salah satu dari beberpa orang di kota Palembang yang menempuh jalur bayi tabung untuk mendapatkan momongan.

Meri berkomentar, setelah menjalani proses program bayi tabung ini dirinya berhasil memiliki seorang anak laki-laki yang sangat menawan. Diakui Meri meski harus menghabiskan dana yang sangat besar untuk melakukan program bayi tabung ini, dianggap Meri dan sang suami tidaklah masalah sebab dirinya lebih menginginkan seorang anak.

“Terpenting bagi kami bukanlah materi, namun kehadiran seorang anak menjadi harta yang tak ternilai,” ujarnya saat dihubungi Tribun Sumsel, Jumat (31/7).

Dikatakan Meri, memang sempat ada rasa kekhawatiran sebelumnya. Apakah program bayi tabung bisa berhasil. Namun perasaan khawatir tersebut dibuangnya jauh – jauh dan tetap optimis bahwa ia bakal mampu memiliki seorang anak melalui program bayi tabung ini.

“Sebelumnya kita memutuskan untuk mencoba program bayi tabung, memang kita diberi tahukan dahulu soal tingkat keberhasilan dari proses bayi tabung tersebut, dimana kita harus siap dengan hasil yang bakal diperoleh baik itu berhasil atau tidaknya,” ungkapnya.

Meri menerangkan, ketika dinyatakan bahwa program bayi tabungnya yang dijalani berhasil, ia mengaku sangat bahagia luar biasa.

“Di awal, rasa masih tidak percaya bisa hamil dan bakal memiliki momongan dengan cara bayi tabung. Sungguh karunia tuhan yang amat luar biasa,” bebernya.

Terakhir Meri mengatakan, bahwa setiap pasangan boleh terus berusaha dengan cara apapun agar mendapatkan keturunan, namun kembali yang terpenting adalah terus berdoa kepada tuhan.

“Satu hal lagi yang sangat penting, banyak berdoa dan penuh rasa dengan bersyukur, menjadi kunci lainnya untuk tetap berusaha mendapatkan momongan,” pungkasnya.

Biaya Rp 60 Juta
Dr Kms Yusuf Effendi SpOG, Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di RMSH menuturkan di kota Palembang belum ada rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan untuk melakukan proses bayi tabung.

Sejauh ini dr Kms Yusuf Effendi SpOG melayani program bayi tabung untuk pasien-pasien yang datang kepadanya dan untuk proses pembuahan dilakukan di laboratorium yang ada di luar Palembang. Tepatnya di Bandung dan di Jakarta.
Di RSMH dikatakan Dr Yusuf untuk perlengkapan alat hanya baru mencapai 90 persen, masih 10 persen lagi alatnya belum ada.

“Masyarakat di Palembang dan Sumsel secara umum memiliki keinginan yang tinggi untuk bayi tabung, sehingga kita harapkan dengan sudah adanya alat yang lengkap di RSMH bisa melayani permintaan proses bayi tabung,” kata dr Kms Yusuf kepada Tribun Sumsel Rabu (29/7).

Dr Kms Yusuf mengatakan, selain masih terkendala peralatan, biaya yang masih dinilai sangat mahal menjadi faktor lainnya dalam pelaksanaan program bayi tabung.

"Pasangan yang ingin melakukan bayi tabung harus menyiapkan biaya yang besar, sebab satu kali proses program bayi tabung ini bisa menghabiskan biaya sebesar Rp 60 juta,” ujarnya.

Oleh karena itu, dr Kms Yusuf mengatakan, kebanyakan pasangan yang ia layani untuk melakukan proses bayi tabung ini merupakan keluarga yang secara finansial berada. Selain itu dalam setiap proses bayi tabung ini juga memiliki tingkat resiko ketidak berhasilan yang cukup tinggi, hanya 40 persen sampai 50 persen saja tingkat keberhasilannya.

“Setiap pasien yang datang biasanya kita jelaskan terlebih dahulu, tingkat keberhasilan dan ketidak berhasilannya sehingga pasangan tersebut dapat siap mental untuk menerima hasilnya nanti,” pungkasnya. (mg15)

Tags
bayi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved