SARAPAN PAGI
Usul Bukan Mengganggu
Namun presiden malah menunjukkan ketidaknyamanannya dengan wacana perombakan kabinet (reshuffle).
Penulis: Prawira Maulana |
MEMILIH, mencopot atau mengganti menteri adalah hak preorogatif presiden. Presiden yang menentukan.
Belakangan ini santer desakan untuk mengganti sejumlah menteri yang ada di kabinet Jokowi-JK. Ada beberapa memnteri dianggap masyrakat tak cakap dan tak jelas pekerjaannya sampai sejauh ini.
Meski wewenang presidenm, permintaan perombakan dari masyarakat tentunya adalah hal yang wajar. Silakan bagi presiden untuk menerima atau menolak. Namanya juga usul.
Namun presiden malah menunjukkan ketidaknyamanannya dengan wacana perombakan kabinet (reshuffle).
Joko Widodo menganggap permintaan menteri seperti itu mengganggu kerja para menteri. "Jangan ganggu menteri yang baru bekerja! Jangan buat gaduh!" kata Jokowi, seusai acara buka puasa bersama, di kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Widya Chandra, Selasa (23/6/2015).
Ia juga berharap agar media massa tidak membuat gaduh dengan pemberitaan soal reshuffle kabinet. Menurut Jokowi, rapor kinerja menteri yang dimintanya beberapa minggu lalu tak akan dibuka ke publik. "Rapor menteri hanya Presiden yang tahu," kata dia.
Wacana perombakan kabinet muncul setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan akan ada perubahan susunan kabinet sehabis hari raya Idul Fitri.
Saat ditanya soal kemungkinan perubahan kabinet pasca lebaran, Jokowi hanya menjawab santai, "Habis lebaran kita maaf-maafan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jokowi-jk-buka-puasa-2015_20150622_230235.jpg)