SARAPAN PAGI

Kota Palembang Semakin Tua

Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya".

Penulis: Lisma Noviani |
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
RUMAH RAKIT - Sebuah rumah rakit yang terletak di pinggiran Sungai Musi kawasan 7 Ulu Palembang, Sabtu (9/5/2015). Rumah rakit ini merupakan rumah yang terletak di pinggiran sungai musi yang ada di kota Palembang. 

TIDAK lama lagi, atau tepatnya 17 Juni 2015, kota Palembang, ibukota Provinsi Sumsel akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 1332. Usia yang tergolong sangat tua untuk ukuran sebuah kota.

Penentuan usia kota Pempek ini berdasarkan beberapa bukti sejarah. Wikipedia mencatat Palembang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya".

Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 17 Juni 688 Masehi. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Ya Palembang adalah kota tertua di Indonesia. Bayangkan sejak 1332 tahun lalu, Palembang sudah dikenal di antara kota-kota lainnya dunia. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km persegi yang dihuni 1,7 juta orang dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang Kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang.

Sebagai warga tentu kita bangga dengan kota ini. Palembang kini sudah berkembang pesat. Kepincangan pembangunan antara Ulu dan Ilir yang dulu sangat terasa, kini berangsur-angsur seimbang. Kota ini juga sudah mendeklarasikan sebagai kota internasional sejak tahun 2012 lalu.

Artinya standar sebagai kota yang dikenal di negara lain semakin lama semakin nyata ada di kota Palembang. Hotel bertingkat di mana-mana, mal besar lebih dari lima. Apartemen "beguyur" ada. Fasilitas olahraga paling oke di Indonesia. Palembang hebat!

Menjadi tua itu takdir, begitu orang bijak bilang. Tapi menjadi dewasa adalah pilihan. Kota Palembang memang sudah semakin tua. Tapi apakah sudah berarti "dewasa" dalam segala hal? Dewasa di sini, apakah penataan Palembang semakin baik terutama menyangkut fasilitas infrastruktur ?

Ternyata untuk urusan ini Palembang masih tertinggal. Jembatan yang melintas sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia sepanjang 750 km, sejak tiga puluh tahun lalu belum beranjak jumlahnya. Baru ada jembatan Ampera dan Jembatan Musi II.

Jembatan Musi III, Musi IV, Musi VI yang digembar-gemborkan akan dibangun, sampai kini belum ada tindak lanjut. Lalu Jalan tol? Palembang termasuk juga tertinggal, dibanding kota lain. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai dilakukan ground breaking jalan tol Palindra meski daerah sendiri meragukan keseriusan pusat menyelesaikannya.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi kota Palembang selain mega proyek di atas, di tangan para pemimpin pemerintahan Palembang dan peran serta warganya. Tentunya kita tak ingin kota tua ini semakin buruk kondisinya.

Persoalan banjir, sanitasi buruk di kawasan padat penduduk, drainase yang tersumbat di mana-mana, jalan-jalan yang rusak yang butuh diperbaiki, adalah hal-hal kecil yang sebenarnya paling diinginkan karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Rasanya tidak muluk-muluk amat keinginan itu. Semoga ini bisa diperbaiki pada perayaan HUT Palembang tahun depan. Amin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved