SARAPAN PAGI

Tragedi Angeline

Cerita Angeline kepada Putu, sebelum berangkat sekolah anak itu harus memberi makan ayam, anjing, dan kucing milik ibunya.

Facebook
Angeline 

MALANG nian nasib Angeline. Bocah umur 8 tahun itu semestinya menikmati masa kecil dalam kegembiraan. Bersekolah dengan rasa senang dan bermain dengan kawan-kawannya.

Angeline mungkin pernah merasakan kebahagiaan, ketika ayah angkatnya yang bule Jerman itu masih hidup. Namun setelah ayahnya meninggal, dengan memberikan warisan 60 persen hartanya, penderitaan itu dimulai. Kisah ini memang belum terungkap sepenuhnya.

Namun agaknya seperti itu kalau dilihat dari foto-foto Angeline di fanspage facebook ketika dia masih dinyatakan hilang. Wajah Angeline terlihat masih ceria. Dia berenang di kolam, dia menikmati segelas jus di mal, dan kesenangan lain yang dia rasakan singkat dalam hidupnya.

Angeline, menurut Wali kelas di sekolah, Putu Sri Wijayanti (44), sering berjalan kaki dari rumahnya ke sekolah. Kata dia, jarak antara sekolah dengan rumahnya sekitar dua kilometer

Kata Wijayanti, anak tersebut memang cenderung pendiam dan tidak fokus terhadap pelajaran yang diberikan. Angeline kadang juga tertidur di meja belajarnya.

"Lemas sekali, seperti tak punya semangat. Karena kondisi ini prestasinya pun menurun."

Putu mengaku pernah memandikan Angeline di sekolah karena anak itu terlihet dekil.

Cerita Angeline kepada Putu, sebelum berangkat sekolah anak itu harus memberi makan ayam, anjing, dan kucing milik ibunya. Selain itu ia juga jarang diberi makan yang layak.

"Kalau tidak beri makan ayam terlebih dahulu, katanya tak boleh berangkat sekolah," kata guru tersebut.

Cerita Putu diperkuat pengakuan Agus Tai Hamdanai (26), pembantu di rumah orangtua angkat Angeline. Agus mengatakan, Angeline adalah gadis yang tertutup dan sering dimarahi ibunya, Mg.

Menurut pria asal Waingapu, Sumba ini, setiap hari sepulang dari sekolah, Angeline hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja memberi makan ayam yang dipelihara oleh sang ibu.

Bila tidak memberi makan ayam, menurut kesaksiannya, ibunya tak segan memarahinya.

"Pernah saya dengar ibunya mengumpat kepada dia. Ngomongnya begini, 'kalau tidak membantu kasih makan ayam, mending ia keluar dari rumah ini," ujar Agus.

Ironisnya, Agus inilah yang menghabisi nyawa Angeline. Dia yang sehari-hari melihat penderitaan Angeline, bukannya merasa kasihan dan membantunya. Agus malah merudapaksa Angeline dan membunuhnya. Kejam nian. Publik bereaksi keras minta Agus dihukum berat. Hukuman mati dirasa pantas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved