Salah Diagnosa Wajah Dinda Jadi Hitam

Gara-gara Dokter Salah Diagnosa, Wajah Cantik Dinda Berubah Jadi Hitam

Akibat dokter keliru mendiagnosa penyakit yang diidapnya, wajah cantik Dinda dipenuhi bercak merah kehitaman.

TRIBUNSUMSEL.COM/MA FAJRI
Dinda Muknisa dirawat di RS Hermina Palembang, Senin (8/6/2015). Dinda keracunan obat setelah sebelumnya didiagnosa sakit malaria dan cacar air. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Malang nian nasib Dinda Muknisa, siswa kelas 12 SMP Muaradua, OKU Selatan. Akibat dokter keliru mendiagnosa penyakit yang diidapnya, wajah cantik Dinda dipenuhi bercak merah kehitaman. Rasanya gatal.

Dia sekarang dirawat di RS Hermina, Palembang, dan dihadapkan pula pada masalah biaya berobat. Padahal, awalnya dia didiagnosa sakit malaria.

Tribun mendapati Dinda tergolek di ranjang perawatan, Senin (8/6). Sekujur tubuhnya berbercak merah kehitam-hitaman.

Bercak tersebut memenuhi tubuh Dinda mulai dari wajah, tangan, badan hingga kaki. Dinda ditemani Aan, ayahnya bersama ibunya, Dinda, dan nenek di ruangan berukuran 4x4 meter.

Indah, ibu Dinda, mengatakan, putrinya itu telah dirawat di Hermina selama tiga hari. "Alhamdulillah sekarang ini sudah mulai baikan. Waktu pertama kali ke sini dia itu sempat tidak bisa makan dan pipis karena juga dipenuhi bercak-bercak merah. Bercak itu kata dia perih sekali disertai gatal-gatal," kata Indah.

Bagaimana Dinda bisa mengalami sakit seperti itu? Indah menuturkan, awalnya Dinda terserang demam. Badannya menggigil dan panas tinggi. Keluarga lantas membawa dia ke Klinik IM di Muaradua. "Kami waktu itu panik lantas kami bawa ke klinik," kata Indah.

Dokter setempat mendiagnosa Dinda terkena malaria sehingga dilakukan perawatan.

Malam harinya, dokter itu menyarankan Dinda untuk segera di rawat inap. Namun, setelah dilakukan perawatan dan diberi obat malaria, Dinda malah tidak lekas sembuh. Tubuhnya bahkan semakin lemas dan menggigil.

Bintik-bintik merah mulai terlihat di kulit Dinda yang putih. Keluarga lantas memutuskan untuk membawa pulang Dinda dari klinik tersebut.

"Dokter itu sempat bilang kalau Dinda perlu cek darah lagi untuk mengetahui lebih lanjut penyakitnya seperti apa. Kami tidak mau dan terpaksa dia kami bawa ke Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih baik," ujar dia.

Bintik-bintik merah di tubuh Dinda semakin banyak. Keluarga membawa dia ke RS AG di Palembang.

"Pada waktu itu kami ke rumsah sakit, ternyata di sana tidak tersedia kamar kosong. Sempat di diagnosa oleh dokter di sana, mereka tidak sanggup. Petugas di sana menganjurkan agar kami merawat ke Rumah Sakit Hermina. Sempat kami bingung karena disana biayanya kan mahal, berhubung kondisi dia sudah kritis jadi terpaksa kami bawa ke Hermina," kata Aan, ayah Dinda menambahkan.

Di RS Hermina Dinda dirawat oleh dokter spesialis kulit. Dinda tidak bisa makan karena kesulitan menggerakkan kepalanya.

"Kemarin ada dokter kulit bersama dua dokter lain dokter syaraf dan dokter penyakit dalam datang ke kamar mengecek kondisi dia. Alhamdulillah sekarang kondisinya baikan, bintik-bintik itu tidak sakit lagi," kata Indah.

Suster di RS Hermina mengatakan, Dinda menderita penyakit Sindrom Stevens Johnson yaitu penyakit yang disebabkan alergi pada obat tertentu.

"Berdasarkan diagnosa sementara pasien menderita penyakit alergi pada obat yang sebelumnya dikonsumsi. Kalau masalah medisnya lebih baik tanya dokter yang menangani pasien tersebut," kata suster Lely di lantai 3 RS Hemrina.

Tags
Dokter
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved