SARAPAN PAGI

Waspada Produk Kedaluwarsa

Terlebih sebentar lagi menyambut bulan suci ramadan, maka pengawasan terhadap harga sejumlah kebutuhan sembako terus diawasi.

SEPERTI biasanya untuk mengetahui sejumlah harga kebutuhan bahan pokok (Sembako), menjelang ramadan setiap tahun ini, instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah penjual sembako di kawasan pasar-pasar tradisional. Sidak itu digelar untuk memastikan dan mengetahui stok sembako jelang bulan ramadan.

Memang tampaknya sidak harga sembako merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan oleh Disperindag. Namun biasanya sidak itu gabungan bersama instansi yang lain sepertin Dinas Kesehatan (Dinkes), Sat Pol-PP, dan Polres. Terlebih sebentar lagi menyambut bulan suci ramadan, maka pengawasan terhadap harga sejumlah kebutuhan sembako terus diawasi.

Biasanya disamping memantau harga sembako, instasni yang melakuna sidak itu juga melakukan pengawasan terhadap produk-produk makanan yang telah kedaluwarsa.

Mereka melaihat apakah produk itu masih ditemukan di lapangan atau tidak, termasuk juga mengecek keberadaan beras sintetis yang tengah heboh dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir ini.

Sebagai masyarakat tentu kita mengapresiasi apa yang telah dilakukan instansi itu untuk terus menjaga agar produk-produk yang dijual ke masyarakat itu selalu dalam kondisi segar dan tidak kedaluwarsa. Perlu razia atau sidak secara rutin agar bisa mengawasinya secara berkelanjutan.

Jadi jangan hanya menjelang ramadan atau Idul Fitri, instansi terkait baru melakukan sidak. Nanti hal ini dimanfaatkan pedagang-pedagang 'nakal' yang bisa saja menjual produk kedaluwarsa jauh-jauh hari sebelum ramadan.

Jika pun kedapatan ada penjual produk yang sudah kedaluwarsa makan kewajiban instansi berwenang memberikan tindakan tegas kepada pedagang itu agar menimbulkan efek jera dan tidak lagi menjual produk itu.

Dari sisi agama pun berdosa rasanya kalau seorang pedagang sengaja menjual produk kedaluwarsa hanya untuk mencari keuntungan semata. Dari sisi kesehatan pun rasanya sangat berdampak apabila kita mengonsumsi produk itu.

Mungkin saja untuk jangka pendek tidak, tetapi bisa saja berdampak panjang nanti. Para pedagang pun diimbau untuk berjualan secara bersih dan jujur sehingga uang atau keuntungan yang didapat selalu berkah dan dilapangan rizkinya oleh Allah SWT. Aamiin.....

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved