SARAPAN PAGI

Usut Tuntas Pemalsu Ijazah

Kita patut mengapreseasi langkah pemerintah yang mengusut tuntas para pemalsu ijazah sampai ke akar-akarnya.

ISU PNS berijazah palsu masih terus bergulir di masyarakat Sebenarnya, tak hanya kalangan birokrasi yang terlibat pada praktek jual beli ijazah aspal, isu-isu ijazah palsu juga menyeruk ketika pencalegan pada pemilihan legislatif. KIta tak perlu menutup mata. praktek jual beli ijazah juga menyeret para oknum penegak hukum sendiri.

Sejumlah kampus dewasa ini lebih berorientasi pada tempat mencetak gelar sarjana, ketimbang menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan. Dampaknya, banyak sarjana yang sama sekali tak memiliki kompetensi yang cukup ketika terjun ke dunia kerja. JIka kampus menjadi tempat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, maka Indonesia memiliki banyak tenaga yang terdidik dan terampil seperti di Jepang dan China yang tumbuh pesat.

Masyarakat Indonesia benar-benar menjadi masyarakat yang kurang menghargai proses, ini terbukti dengan praktik jual beli ijazah yang marak terjadi di kampus abal-abal maupun di dunia maya. Harus diakui, masyarakat kita, orang yang punya gelar lebih dihormati ketimbang mereka yang (maaf) hanya lulusan atau malah tidak tamat sekolah. Meskipun kita sendiri tidak tahu apakah benar orang yang kita sangka berpendidikan tinggi itu memang benar “tinggi” atau hanya gelar tanpa ilmu pengetahuan.

Pemalsuan dan penggunaan ijazah palsu memang hanya sebuah persoalan moral yang kini dihadapi bangsa kita. Bangsa kita menempatkan kedudukan di atas segala-galanya. Dalam masyarakat yang sehat, kedudukan atau jabatan dimaknai secara utuh dan selalu berada dalam satu paket. Kedudukan menuntut sikap hidup, perilaku, tanggung jawab moral dan keterampilan kerja. Namun, bangsa kita tampaknya melihat kedudukan atau jabatan lebih dari sisi fasilitas dan kekuasaan yang dimilikinya. Itulah sebabnya banyak orang tanpa kemampuan sepadan berani melawan hukum untuk meraih kedudukan, kekuasaan dan fasilitas tersebut

Dalam masyarakat kita, pola pikir dan perilaku menghalalkan segala macam cara merupakan persoalan yang amat rumit dan sulit dicari solusinya. Pola ini berkembang tidak hanya di bidang politik, sosial maupun ekonomis, juga di bidang kemanusiaan. Mereka yang memiliki mental semacam itu jelas akan sangat berbahaya apabila berhasil menduduki jabatannya. Mereka jelas tidak akan menempatkan diri sebagai pelayanan rakyat, melainkan justru hamba nafsu dan kepentingan sendiri.

Kita patut mengapreseasi langkah pemerintah yang mengusut tuntas para pemalsu ijazah sampai ke akar-akarnya. Bila perlu tutup saja perguruan tinggi yang menjadi tempat praktik jual beli ijazah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved