SARAPAN PAGI
Matematika itu Ternyata Asyik
Karena pelajaran ini diyakini salah satu basic bagi generasi untuk mencapai ilmu lainnya dan bisa sukses di masa datang.
Penulis: Lisma Noviani |
WONG Sumsel luar biasa. Begitulah yang tergambar dari hasil kegiatan pemecahan rekor dunia belajar matematika, sabtu (23/5) yang digagas Bimbingan Belajar GSC Palembang.
Semangat luar biasa tergambar dari kehadiran peserta yang memadati gedung PSCC untuk mencapai Guinnes World Record (GWR). Sumsel akhirnya berhasil mengukuhkan rekor dunia belajar matematika dengan jumlah peserta terbanyak dengan total 2.905 orang berpartisipasi dalam pemecahan rekor ini. Sumsel berhasil mengalahkan Nigeria yang sebelumnya memegang rekor dengan jumlah peserta 2381 orang.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin berterimakasih kepada semua warga Sumsel yang berpartisipasi. Sumsel akan terus dikenal dikancah internasional termasuk pemecahan rekor ini.
Kegiatan belajar matematika dengan jumlah peserta terbesar itu juga menyisakan kesan yang indah bagi peserta yang hadir. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Tak sedikit para peserta ketika diminta komentarnya tentang matematika, mengaku "ternyata belajar matematika itu mudah".
Mindset yang selama ini menganggap belajar matematika itu susah, rumit, njelimet, tiba-tiba hilang setelah para peserta mengikuti kegiatan ini. "Satu lagi, belajar matematika itu rupanya menyenangkan," ujar nak-anak SMA yang sempat mengikuti kegiatan itu.
Apa yang membuat mudah, salah satunya berkat penemuan metode belajar matematika (Gasing) Prof Yohanes Surya yang juga pendiri Institut Surya memaparkan bagaimana belajar matematika secara praktis dan menyenangkan selama dua jam.
Metode gasing mengoptimalkan otak kanan menjadi cara mudah selama ini sering diabaikan. "Matematika pelajaran menakutkan itu tidak benar, mindset itu harus diubah sebab Matematika itu mudah dan menyenangkan," ujarnya.
Contoh kecil saat metode ini dipraktikkan, sejumlah peserta takjub luar biasa, saat melakukan pengalian atau penjumlahan ke bawah angka-angka yang selama ini dimulai dari kanan (satuan terkecil). Temuan metode gasing, menjumlahkan atau mengalikan angka ke bawah dimulai dari kiri. "Ternyata memang mudah, asal tau caranya," kata Afi yang terkesan dengan metode baru ini.
Ke depan, tentu kita ingin matematika menjadi pelajaran yang akrab dan digemari generasi muda. Karena pelajaran ini diyakini salah satu basic bagi generasi untuk mencapai ilmu lainnya dan bisa sukses di masa datang.
Bagi guru-guru matematika --dan tentu guru pelajaran apa pun -- yang menjadi pembimbing di sekolah, bukan zamannya lagi merasa bangga bila dijuluki guru killer, akibat matematika yang dianggap pelajaran yang menyeramkan. Kini guru dianggap sebagai teman, sahabat, tempat bertukar pikiran yang menyenangkan. Dengan demikian para generasi muda akan lebih mudah terbentuk baik dalam sikap maupun bekal ilmu pengetahuannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pemecahan-rekor-dunia-matematika-2015-2_20150523_112848.jpg)