SARAPAN PAGI
Lubang yang Tak Pernah Hilang
Tentu peran kepala daerah juga besar untuk menggerakkan aparatnya agar jalan-jalan di kota ini bisa lebih mulus.
Penulis: Ray Happyeni |
KOTA Palembang terus berbenah diri. Pembangunan tak pernah berhenti di kota metropolitan yang menjadi kebanggaan wong kito. Hampir semua sektor berkembang pesat. Termasuk jalan.
Yang selalu mendapat perhatian dan sedang berjalan yakni pembangunan jalan layang atau fly over di Simpang Empat Jakabaring. Sebelumnya di Palembang ini juga sudah selesai dikerjakan underpass di Simpang Patal dan Jembatan Duplikasi Musi II di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara.
Warga Palembang patut bangga dengan sejumlah infrastruktur yang berkembang pesat. Baik itu proyek pemerintah kota atau provinsi maupun infrastruktur dalam kota yang menjadi tanggung jawab negara.
Sayangnya ada hal lain yang juga mendapat perhatian semua warga. Tak lain perawatan jalan-jalan yang ada di kota ini. Bisa dikatakan ironis karena sangat akrab dengan lubang.
Jangankan jalan-jalan yang ada di pinggiran kota. Jalan di atas Jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang pun penuh dengan lubang. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi di jalan-jalan lainnya. Di jalan yang berada di bawah Jembatan Ampera lebih parah lagi. Tak beda dengan Jalan Sukarjo Harjo Wardoyo hingga menuju ke Jalan KH Rasyid Sidiq.
Kondisi yang sama juga ada di sepanjang Jalan Alamsyah Prawira Negara dan Jalan Parameswara dan juga Jalan Padang Selasa. Yakinlah masih banyak lagi jalan-jalan lainnya yang ada di kota Palembang ini yang banyak lubangnya.
Lubang memang sangat akrab dengan warga Palembang. Banyak sekali. Mungkinkah banyaknya lubang ini karena padatnya lalu-lintas yang ada di kota yang dibelah Sungai Musi ini. Atau mungkin juga karena genangan air yang kerap membanjiri jalanan saat hujan. Pastinya kualitas jalan di kota ini ternyata mudah sekali tergerus dan menjadi lubang.
Siapapun yang bertanggungjawab akan pemeliharaan jalan ini baik itu Pemkot Palembang, Pemprov Sumsel, bahkan negara, mestinya menunjukkan itikat baiknya. Jika pemeliharaan maksimal, dimulai dengan penerapan rencana anggaran pembangunan yang sesuai, pastinya, daya tahan jalan lebih maksimal. Pengawasan dari pihak terkait juga berperan besar.
Tentu peran kepala daerah juga besar untuk menggerakkan aparatnya agar jalan-jalan di kota ini bisa lebih mulus.
Di sinilah pemimpin pemimpin di Palembang ini dapat dilihat kepeduliannya. Ah... sayangnya sejauh ini kepedulian itu memang belum sebesar yang diharapkan warga.