Wawancara Khusus dengan Zainal Abidin sebelum Dieksekusi
Itu saya di BAP ngarang-ngarang, polisi tahu kalau saya ngarang-ngarang, polisi mau memberatkan saya, mereka mau minta duit, saya tidak punya.
Wartawan: Minta berapa?
Zainal: Aldo ngasih 10 juta.
Wartawan: Tahun 1990 bapak posisi di mana?
Zainal: Posisi yang sama saya mlitur di tempat saudara.
Wartawan: Kalau versi bapak, kejadian sebelum penangkapan, karung itu milik siapa?
Zainal: Waktu itu sayang sedang tidur, saya dibangungkan oleh Aldo. Saya tanya punya siapa karung ini, dia jawab ini karungnya punya Dedi dan Wahyu kejadiannya kalau tidak salah sekitar pukul setengah 12 atau 12 malam. Saya kembali tidur kemudian tidak lama Aldo bangunkan saya lagi, minta masukan karung itu, saya buka ternyata ada ganja, lalu saya minta no telpon salah satu diantara mereka dari Aldo, saya telpon tapi saya kurang tahu siapa yang bicara, kalau tidak salah wahyu, saya bilang jangan menyusahkan saya, saya minta pada dia untuk ambil karung itu malam ini juga, dia jawab mau lihat situasi di lintas timur kalau aman besok akan diambil, ternyata subuh saya ditangkap.
Wartawan: Setelah kejadian itu, bapak disebut membeli barang itu, berapa belinya?
Zainal: Itu tidak ada pak semuanya pembohong, saya dipuku terus disuruh ngaku, jadi saya tidak tahan dipukul terpaksa saya berpura - pura ngaku agar cepat selesai.
Wartawan: Bapak tidak mungkin kan beli barang itu dengan nominal uang sebesar itu?
Zainal: Waktu itu saya punya duit sebesar 3 juta hasil plituran untuk lebaran, dan untuk beli barang saya tidak punya uang pak.
Wartawan: Istri anda juga sempat di tahan dua atah tiga tahun.
Zainal: Iya pak ia ditahan dengan tuduhan, mengetahui ada barang itu tapi tidak melapor.
Wartawan: Sebenarnya kesalahan apa yang bapak perbuat?
Zainal: Saya tidak ada salah, kalau salah pasti saya sudah lama dieksusi. Saya banding dari tuntutan 15 tahun, akhirnya putus 18 tahun, karena saya merasa benar, saya banding, memori banding bukan saya yang buat, tapi LBH, tidak dicantumi LBH mana, capnya juga tidak ada, dan saya juga tidak baca isi memori banding yang diajukan. Kalau tidak salah nama orang yang dari LBH itu namanya Kemas Jauhari, saya dengar kabar ia ditangkap di Medan kasus korupsi.
Wartawan: Apa yang bapak harapkan dari Jokowi?
Zainal: Saya orang susah, dan saya tidak merasa salah, kalau dieksekusi saya tidak rela dan saya akan gentayanngan.