SARAPAN PAGI

Rumah Murah Jangan Murahan

Diberikan juga subsidi bunga Rp 4 juta dan diturunkannya bunga angsuran kredit dari 7,5 persen menjadi lima persen.

PEMERINTAH Indonesia segera mencanangkan pembangunan sejuta rumah murah di Indonesia. Pencanangannya dijadwalkan besok, Rabu (29/4) langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Penyediaan rumah murah merupakan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan papan yang menjadi bagian dari kebutuhan primer selain sandang dan pangan. Dalam program nasional ini Pemprov Sumsel kebagian jatah sekitar 15 ribu rumah murah yang akan dibangun di lokasi kawasan Talangkelapa.

Ketua DPD REI Sumsel, Heryadi Bengawan mengungkapkan akan banyak kemudahan yang didapat masyarakat selaku konsumen yang ingin membeli rumah murah ini. Di antaranya uang pangkal atau downpaymen ringan hanya satu persen dari harga pokok rumah. Diberikan juga subsidi bunga Rp 4 juta dan diturunkannya bunga angsuran kredit dari 7,5 persen menjadi lima persen.

Bicara program rumah murah sebenarnya bukan hal baru melainkan sempat ada pada masa-masa sebelumnya. Di Sumsel misalnya program rumah murah ini sudah berlangsung sejak tahun 2009. Masa itu ada 1.000 rumah dengan tipe 36 khusus dibangun di kawasan Jakabaring.

Sedangkan 1.000 unit lagi tipe 21 dibangun di kawasan sekitar Musi II, Keramasan yang diperuntukkan bagi para pekerja sektor non formal seperti penarik becak. Cicilannya pun cukup ringan, untuk rumah tipe 21 maka warga cukup membayar Rp 10.000 per hari atau Rp 300 ribu per bulan.

Sebagian program rumah murah berjalan tetapi sebagian lagi justru terhenti. Proyek rumah murah di Musi II, Keramasan contohnya yang saat diluncurkan memiliki tujuan mulia agar masyarakat tidak mampu memiliki rumah ini ternyata mangkrak.

Jangankan jadi rumah tinggal untuk rumah sekedar singgah bangunan tersebut tidak pantas jika tidak ingin disebut tak layak. Berdiri di kawasan rawa, sebagian bangunan rumah berdinding batako itu ambles. Bahkan jika musim pasang besar Sungai Musi, bangunan rumah tersebut hanya terlihat bagian atapnya. Hingga kini program rumah murah tersebut hampir tak terdengar lagi, hanya ada bangunan rumah yang kondisinya makin buruk setiap kali warga melintas di sekitar kawasan Musi II.

Jika pemerintah saat ini ingin meluncurkan program serupa, harapan kita tentunya rumah-rumah tersebut memang murah sisi harga tetapi tidak dari sisi kualitas. Jangan sampai rakyat kecewa niat yang tulus pemerintah justru nantinya menuai caci, warga dapat rumah yang kualitasnya jauh dari harapan. Harus jadi catatan penting bagi pemerintah adalah jangan sampai karena harganya yang murah maka kualitas rumah itupun ikutan jadi murahan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved