Kena Tabrak Lari, Faithul Terpaksa Lakukan Ujian Nasional di Bentor
Hal tersebut membuat kaki kanannya tak bisa bergerak. Kendati begitu, Hakim sapaanya, terpaksa harus mengikuti UN sebagai salah satu syarat penentuan
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Di tengah hiruk pikuk siswa-siswi Sekolah Mengenah Atas (SMA) sederajat, menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) yang digelar secara serentak termasuk di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin (13/4) pukul 07.00.
Ternyata, ada seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten OI, terpaksa harus menjalani ujian di kendaraan becak motor (bentor).
Pasalnya, siswa jurusan teknik kendaraan ringan tersebut, diketahui bernama Faithul Hakim (18) warga Perum Permata Indah Kelurahan Indralaya ini, satu bulan yang lalu atau tepatnya pada akhir Maret, mengalami tabrak lari
Kejadian tersebut terjadi di Desa Tanjung Senai Indralaya dan mengakibatkan kaki sebelah kanannya mengalami patah.
Hal tersebut membuat kaki kanannya tak bisa bergerak. Kendati begitu, Hakim sapaanya, terpaksa harus mengikuti UN sebagai salah satu syarat penentuan kelulusan.
Meski menahan rasa sakit, karena harus duduk di bangku bentor.
Namun, Hakim tetap serius mengikuti UN dihari pertama berupa mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Sesekali ia terlihat harus menggerakkan kaki sebelah kanan untuk mengurai rasa sakit.
"Saya sudah belajar utk mengadapi ujian ini dan berharap dapat lulus dengan nilai memuaskan," ujarnya, Senin (13/4).
Sementara itu, Riahul Amar selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Indralaya Utara, memperbolehkan anak muridnya itu ujian diatas bentor.
Karena, siswanya itu menyatakan sanggup mengikuti ujian.
"Jika memang kondisinya besok tidak memungkinkan maka, pihak sekolah akan datang langsung ke rumah Fathul untuk ujian di rumah," tutur Kepsek SMK Negeri 1 Indralaya Utara. (Beri Supriyadi/SP)