SARAPAN PAGI
Ancaman Teror ISIS
Maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk lebih peka, merasakan keberadaan ISIS siapa tahu sudah ada di antara kita.
Penulis: Hanafijal |
ANCAMAN ISIS kian nyata. Organisasi radikal itu menargetkan Indonesia menjadi sasaran mengembangkan jaringan sekaligus perekrutan anggota. Sejumlah 16 WNI sudah ditahan di Turki karena kepergok hendak menyeberang ke Suriah. Sementara di Mesuji, Lampung, 20 warga yang ikut ibadah umroh gratis dan sudah sebulan tak ada kabar beritanya.
Pemerintah daerah mengantisipasi dengan menggelar sosialisasi bahaya jaringan ISIS dan mendata warga. Warga diimbau tidak mudah tergiur dengan iming-iming program ibadah umroh gratis dari orang atau perusahaan tak dikenal.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dibawah pimpinan Komjen Pol Saud Usman Nasution, yang pernah menjabat Kepala Polda Sumsel, mensinyalir ISIS di Indonesia kian intens beraksi.
Bahkan beredar pesan singkat atau SMS pihak yang mengaku pihak ISIS yang isinya mengancam akan menghabisi Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Polri dan Jaksa Agung. .
Pesan SMS ISIS itu beredar sejak Rabu (18/3) sore di kawasan Tangerang, Banten. Pihak yang mengaku ISIS tersebut mengancam akan menghabisi seluruh anggota Polri, Jaksa Agung hingga Presiden Jokowi. Dalam SMS-nya, pihak ISIS menyebut Jokowi dengan Presiden Kurus. Pihak tersebut mengklaim ISIS telah dijelek-jelekkan dengan disebut pemberontak, padahal ISIS hanya merekrut untuk bekerjasama dan digaji.
Pengirimnya mengaku berasal dari markas di Sumur Kucing, Lampung. Jurnalis di Jakarta berusaha membuktikan kebenaran SMS tersebut. Caranya dengan menghubungi orang yang mengaku anggota ISIS ini. Pria ini menggunakan nomor handphone 085758905XXX.
Orang yang namanya misterius ini mengaku berkantor di Lampung Timur, Jalan Lintas Timur Km 40 nomor 77, Sumur Kucing, Lampung Timur.
Wakil Kepala Polri Komjen Polisi Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti adanya laporan SMS yang mengaku kelompok ISIS Tangerang yang mengancam nyawa petinggi Negara.
"Kami lagi melakukan penyelidikan siapa pelakunya," ujar Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3).
Badrodin berharap seluruh masyarakat ikut berpartisipasi meredam peredaran ISIS di Indonesia. Serta mencegah adanya WNI yang pergi ke luar negeri dengan tujuan untuk bergabung bersama kelompok radikal tersebut.
"Kegiatan bersenjata di sana perlu kita waspadai karena mereka punya keahlian, punya pengalaman. Jika mereka kembali ke Indonesia bisa jadi ancaman," ucap Badrodin.
Ancam ISIS itu jelas tak dapat dianggap remeh. Terlebih kelompok radikal itu disinyalir mendapat dukungan dana yang berlimpah, termasuk dari pengusaha di Indonesia. Satu di antaranya terduga pengusaha Chep Hermawan asal Bandung, menjadi penyandang dana untuk anggota kelompok radikal ISIS dari Indonesia di Timur Tengah.
Dalam kondisi tekanan ekonomi dan rendahnya pemahaman agama, maka aktivis ISIS dapat dengan mudah menyusup ke dalam kehidupan masyarakat. Maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk lebih peka, merasakan keberadaan ISIS siapa tahu sudah ada di antara kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/mayat-tergantung-di-pintu-masuk-kota-hawija-wilayah-kekuasaan-isis.jpg)