SARAPAN PAGI

Palembang akan Banjir Lagi

Sampai sekarang, masih ada orang yang tidak menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan, seperti membuang tisu begitu saja melalui jendela mobil.

TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
MOGOK - Seorang pengendara motor mendorong motornya yang mogok akibat memaksa melintasi banjir di Jalan Mayor Ruslan , Palembang , Minggu (15/3/32015). Hujan yang mengguyur kota Palembang membuat sejumlah kawasan jalan digenangi air akibat bendungan yang tidak dapat lagi menampung debit air. 

KONDISI curah hujan yang lebat tidak hanya akan terjadi di Minggu (15/3) saja. Akan tetapi, kondisi curah hujan dengan itensitas deras akan terjadi hingga empat hari kedepan.

Adanya hujan dengan intensitas deras karena memang sudah masuk puncak musim hujan di Maret dan April.

Hal ini berdasarkan prakiraan yang dilakukan BMKG Kenten Palembang untuk wilayah Palembaang dan Sumsel.

Lembaga tersbut juga memperkirakan, curah hujan yang turun kemarin memiliki intensitas di atas 20 milimeter per jam.

Hujan dengan itensitas deras ini tidak hanya terjadi di wilayah Sumsel saja, akan tetapi terjadi di seluruh wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Diharapkan kepada masyarakat dengan kondisi curah hujan yang terbilang lebat dan angin yang terkadang bertiup juga bisa kencang dan berubah.

Hal ini harus perlu diwaspadai lantaran angin yang bertiup kencang dapat merobohkan pohon.

Prediksi BMKG ini hampir terjadi setiap tahunnya, cuaca dan musim yang terpediksi oleh lembaga tersebut tak dibarengi dengan langkah pemerintahh daerah yang cenderung cuek dalam menyikapi dampak hujan deras yang mengakibatkan banjir.

Peristiwa banjir yang merendam palembang dan sekitarnya tak hanya terjadi kemarin, pada hari-hari di musim hujan sebelumnya, Palembang juga terendam manakala hujan deras menguyur Palembang.

Hampir semua warga pengendara di Palembang sudah paham daerah- daerah dan jalan-jalan yang menjadi langganan banjir, pertanyaannya, apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi hal tersebut.

Seharusnya pemerintah tak perlu menunggu bencana untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang ditimbulkan akibat banjir.

Apa masih bisa diperbaiki? Pemerintah harus membuat perencanaan dan menata ulang kawasan-kawasan yang memang harus dikonservasi.

Lalu, perbaikan sungai-sungai, memperbaiki tata air (drainase), mewajibkan biopori, dan menghentikan pengembangan bangunan komersial seperti gedung-gedung bertingkat.

Selain itu kesadaran warga Palembang juga masih sangat kurang. Kita semua perlu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat kota dan menjaga kebersihan sangat diperlukan untuk menanggulangi banjir di Jakarta.

Sampai sekarang, masih ada orang yang tidak menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan, seperti membuang tisu begitu saja melalui jendela mobil.

Padahal meski kecil, sampah yang menumpuk akan menjadi hal yang besar seperti banjir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved