SARAPAN PAGI

Bagaimanapun Polisi Harus Beri Rasa Aman

Dodi terkapar di tengah jalan dengan bersimbah darah. Peluru diduga menembus rahang Dodi.

Penulis: Lisma Noviani |

BELAKANGAN ini, banyak pengguna aplikasi Blackberry Massenger (BBM), yang mendapat broadcast (BC) tentang tindak kejahatan perampokan terjadi di kota Palembang.

Bukan tanpa alasan, BC itu menjadi penerimanya bergidik. Kenyataannya memang belakangan ini tindak kriminal dengan senjata api terus terjadi. Kualitas dan kuantitas terjadinya tindak kriminal seperti tidak bisa direm, dan selalu menghantui masyarakat.

Adalah Dodi, salah satu korbannya. Warga pemukiman di Jalan Ki Anwar Mangku Kelurahan Sentosa Kecamatan SU II Palembang. Warga dikejutkan dengan suara letusan sebelum suara azan subuh berkumandang. Dodi terkapar di tengah jalan dengan bersimbah darah. Peluru diduga menembus rahang Dodi.

Rupanya saat melintas Dodi yang membonceng istrinya dicegat oleh empat orang pemuda yang coba merampas sepeda motor Yamaha Vega R biru bernopol BG 6982 M miliknya. Tak hanya merampas, pelakupun sempat menembak Dodi hingga akhirnya terkapar, dan dibawa ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin untuk dirawat intensif di ruang IGD.

Peristiwa yang dialami Dodi tentu makin membuat warga was-was. Sebegini parahkah Palembang sekarang? Sebegitu garangkah pelaku kriminal tanpa rasa kemanusiaan lagi, demi harta, uang, tega melukai sesama warga? Bagaimana pun polisi harus bisa memberi rasa aman bagi warganya.

Polda Sumsel dan jajaran meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu balas dendam begal. Hanya saja, hikmahnya sikap terus meningkatkan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan dengan BC itu.

Polisi berjanji akan meningkatkan patroli berseragam dan tidak berseragam, patroli gabungan, penjagaan juga akan lebih ditingkatkan lagi terutama di daerah-daerah yang dianggap rawan tindak kejahatan.

Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama meningkatkan kegiatan pos kamling dan pangamanan swakarsa di lingkungan masing-masing. Jika memang perlu bantuan polisi, silahkan hubungi kantor polisi terdekat atau SMS online yang telah disebar anggota.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved