SARAPAN PAGI

Konflik Makin Kusut

Ada yang bilang Jokowi sedang tersandera oleh partai politik pendukungnya. Jika benar, entah apa pula senjata yang jadi alat penyanderanya.

Penulis: Prawira Maulana |

SEHARI setelah Komjen Budi Gunawan memenangkan praperadilan, Ketua KPK Abraham Samad langsung ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat kasus pemalsuan dokumen.

Pada Jumat, 20 Februari nanti, Abraham dipanggil untuk menjalani pemeriksaan perdana dengan status tersangka di Polda Sulselbar. Apakah Samad akan langsung ditahan? Bisa jadi ini jadi Jumat keramat baginya.

Kisah konflik Polri vs KPK ini terus menyeruak. Sajian jerat-menjerat dipertontonkan ke masyarakat dengan sangat jelas. Masyarakat tentu punya pendapat masing-masing soal konflik ini. Sebagian mendukung KPK, ada pula yang percaya pada Polri.

Banyak yang menganggap Polri sedang terang-terangan melumpuhkan KPK. Sementara tak sedikit pula yang menduga pimpinan KPK saat ini tak benar dan menggunakan lembaga itu untuk kepentingan pribadinya.

Sengkrawut ini benar-benar menghabiskan energi. Jokowi yang sudah berjanji bakal mengeluarkan putusan usai lawatan ke luar negeri dan praperadilan Komjen Budi , tak juga kunjung bersuara. Lama sekali pak presiden mengambil langkah.

Ada yang bilang Jokowi sedang tersandera oleh partai politik pendukungnya. Jika benar, entah apa pula senjata yang jadi alat penyanderanya.

Benar kata, Buya Safii Maarif dalam tulisannya di Kompas kemarin. Benang kusut ini sebenarnya bisa selesai jika presiden punya nyali seperti rajawali. Tentu saja maksud Buya bukan berarti presiden tak bernyali, hanya saja mungkin tak seperti rajawali.

Konflik ini masih berlanjut. Dari pihak-pihak yang bertarung saat ini pasti ada yang jatuh jika perkara ini sampai pada klimaknya. Entah itu, KPK, Polri atau malah pemerintahan yang berkuasa saat ini. Asal jangan negara ini yang jatuh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved