SARAPAN PAGI
Sumsel Layak Dapat Separuh
Kondisi ini diyakini tak akan banyak berubah hingga tiga tahun ke depan.
Penulis: Hanafijal |
PENGALAMAN Sumsel sukses menjadi tuan rumah penyelenggara sejumlah even olahraga bertaraf internasional, dan dukungan sport venue yang berkualitas serta berstandar internasional di Jakabaring Sport City, memang tak diragukan. Fakta itu menjadi acuan dan pertimbangan Pemerintah memilih Sumsel bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
Indonesia ditunjuk Dewan Olimpiade Asia (OCA) menjadi tuan rumah menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri dengan alasan sedang mengalami krisis ekonomi.
Even olahraga yang akan diikuti lebih dari 50 negara itu akan membawa efek luar biasa besar, terutama mampu meroket pertumbuhan dan kemajuan ekonomi, serta infrastruktur pembangunan. Bahkan, bakal mendatangkan incame yang besar dari sektor kunjungan tourism lokal maupun manca negara. Even akbar ini otomatis ajang promosi luar biasa dahsyat bagi Indonesia, termasuk Sumsel sebagai satu daerah destinasi traveling masa mendatang.
Hanya saja, persolan lain muncul dalam persaingan daerah yang mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara. Belum adanya kepastian dari pemerintah pusat, terutama dalam penentuan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di tiga dearah tersebut.
Sebagai ibukota negara, sangat wajar jika Jakarta mendapat kehormatan sebagai tempat opening ceremony Asian Games. Hal itu tak terbantahkan. Namun, menjadi debateble jika kita melihat suasana dan situasi ibukota saat ini yang sarat dengan masalah klasik, kemacetan dan banjir.
Terbaru, Jakarta dinobatkan sebagai kota terburuk lalu lintasnya di dunia, dan paling tidak nyaman. Menurut indeks Stop-Start Magnatec Castrol, rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta. Indeks ini mengacu pada data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut lalu dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun di 78 negara. Istanbul, Turki, menduduki kota kedua paling macet di dunia. Kota Meksiko, Meksiko, berada pada urutan ketiga.
Sementara banjir yang saat ini sedang mengepung warga ibukota, memaksa Presiden Joko Widodo harus hijrah ke istana Bogior selama tiga bulan. Gubernur DKI Ahok pun tak berani menjamin Jakarta akan segera bebas dari musibah banjir hingga beberapa tahun ke depan.
Kondisi ini diyakini tak akan banyak berubah hingga tiga tahun ke depan.
Jadi sangat wajar jika Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mencak-mencak jika daerahnya hanya dijatah tiga cabang olahraga dari 34 yang akan dipertandingkan. Berdasarkan proyeksi venue untuk cabor Asian Games 2018 pada Coordination Commission Meeting, perwakilan Olympic Council of Asia (OCA) dinilai terlalu menganakemaskan Jakarta.
Palembang hanya diberikan tiga cabor, yakni menembak, triathlon, dan dayung. Jumlah itu dinilai sangat sedikit, padahal Sumsel nanpu dan memiliki fasilitas separuh cabor yang ada. Jawa Barat juga mendapat jatah tiga cabor, yakni balap sepeda, dayung, dan equistrian.
Kendati Palembang juga diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah tes even Asian Games untuk cabor voli, basket, handball, dan sepak bola di 2017 namun mereka tidak puas. Oleh karena itu, Gubernur Alex Noerdin mendesak pemerintah untuk segera memutuskan pembagian cabang olahraga Asian Games 2018 secara adil dan bijaksana. Apalagi waktu yang semakin mepet untuk menyiapkan sport venue maupun sinfastruktur pendukung lainnya.
Menurut Alex, terhitung dari saat ini hanya tersisa waktu kurang dari dua tahun karena tahun 2017 semua venue sudah sudah harus dicoba melalui test event sebagai ujian kesiapan menggelar Asian Games 2018 yang dimulai 18 – 8 – 2018.
Menurutnya, dalam penentuan tempat cabang olahraga ini Palembang dan Jakarta sebagai host city harus dilibatkan.
Pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan kota penyelenggara harus duduk bersama membahas hal-hal tersebut.
Dia berharap, dengan berbekal pengalaman dan fasilitas sport venue yang ada, Sumsel sangat layak mendapatkan porsi cabor yang proporsional. Separuh dari 36 cabor yang dihelat adalah sangat layak dipertandingkan di GSJ. Semoga saja Alex terus bisa berjuang dan meyakinkan pemerintah pusat. Kita yakin, karena efek dari perhelatan Asian Games 2018 di Sumsel, akan sangat berguna bagi masyarakat. (HANAFIJAL)