SARAPAN PAGI

Saat Cinta tak Lagi Cukup

Menjaga, mendampingi hingga akhir hayat. Jika kita bisa jatuh cinta pada 14 Februari maka berjanjilah untuk kembali memperbaharui cinta itu.

KAKEK dua cucu, H Bandu (65) kemungkinan besar akan menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi. Warga Sungsang, Banyuasin ini membunuh Hj Fasek, istri yang telah menemani hari-harinya selama 40 tahun terakhir.

Pekebun kelapa ini mengungkapkan dipicu emosi kerap dimarahi sang istri kakek yang rambutnya sudah memutih inipun melakukan tindak pembunuhan yang sekarang disesalinya. Senin (9/2), Bandu pulang kerja dan disambut omelan sang istri. Masih memegang parang di tangan usai pulang dari kebun, Bandu pun membalas kemarahan sang istri dengan hujaman senjata tajam.

Kepada polisi, kakek sepuh ini menyatakan dia sangat menyesal telah membunuh istrinya. Dari pengakuan Bandu kepada polisi terungkap juga bahwa dia pun merasa cemburu dan menuding istrinya memiliki hubungan istimewa dengan karyawan usaha penjualan buah kelapa milik keluarga tersebut.

Di Ogan Komering Ulu lain lagi ceritanya. Seorang istri, Mariam (23) membunuh Bambang Saputra (33) suaminya didahulu menyusun skenario seolah sang suami menjadi korban perampokan di kediaman mereka di Kompleks PTPN 7, Kecamatan Lubukraja. Bersama Rudi (30) sang pria idaman lain, Mariam merencanakan dan Rudi lah yang mengeksekusi sang suami. Perselingkuhan antara Mariam dan Rudi ini diawali karena Mariam yang curhat pada Rudi kerap dimarahi sang suami.

Kejadian pembunuhan di atas tentunya menimbulkan keprihatinan di dalam diri kita. Dari kisah ini bisa dipetik pelajaran bahwa komunikasi menjadi hal penting dalam suatu hubungan. Cara komunikasi yang keliru ternyata bukan hanya menjadikan tujuan komunikasi tidak efektif tetapi bisa menimbulkan kemarahan yang jika terus dibiarkan menjadi dendam.

Kejadian terbunuhnya istri oleh suami dan dibunuhnya suami oleh istri ini pun mengajak kita untuk merenung jauh ke belakang dan tetap menatap ke depan. Masihkah kita setia terhadap pasangan yang dulu sangat kita idamkan dan siap sehidup semati.

Karena besok adalah 14 Februari dan Hari Valentine yang kerap dimanfaatkan orang-orang dari berbagai belahan dunia mengungkapkan rasa cintanya pada istri, suami, kekasih juga pasangannya. Jika dalam perjalanan hidup rasa cinta saja tidak lagi cukup, setidaknya ingatlah bahwa dulu kita pernah berkomitmen dan terucap ikrar pada pasangan untuk setia.

Menjaga, mendampingi hingga akhir hayat. Jika kita bisa jatuh cinta pada 14 Februari maka berjanjilah untuk kembali memperbaharui cinta itu pada 14 Februari tahun berikutnya. (VANDA ROSETIATI)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved