SARAPAN PAGI

40 Hari Korban Air Asia

Hingga hari ke 43 pencarian korban dan rangka pesawat, sudah 100 jenazah ditemukan.

Penulis: Lisma Noviani |

TEPAT 5 Februari lalu merupakan hari ke-40 setelah terjadinya kecelakaan besar pesawat AirAsia QZ8501. Salah satu korbannya adalah warga Palembang Khairunnisa, yang merupakan pramugari Air Asia.

Minggu 8 Februari, keluarga Khairunnisa memperingati 40 hari kepergian almarhumah. Mereka mengirim doa dengan membaca surat yasin mengundang sanak saudara di kediaman di Jl Pipareja Palembang.

Tragedi Air Asia memakan korban mencapai 164 orang termasuk pilot dan kru. Tragedi pesawat jatuh ini merupakan tragedi yang ke sekian, dialami beberapa pesawat yang jatuh di laut bebas. Hingga hari ke 43 pencarian korban dan rangka pesawat, sudah 100 jenazah ditemukan.

Terakhir, pada Minggu ditemukan 7 jenazah lagi yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Jawa Timur. Sisanya sekitar 64 jenazah belum ditemukan sejak pesawat yang jatuh di perairan Selat Karimata pada Minggu 28 Desember 2014.

Apresiasi setinggi-tingginya kita sampaikan kepada tim pencari mulai dari Basarnas, Angkatan Udara, Angkatan Laut, hingga relawan yang tak terhitung jumlahnya. Juga para relawan dari luar negeri yang bahu membahu tanpa lelah untuk terus mencari korban dan sisa-sisa badan pesawat.

Seperti dikisahkan Kapten Laut Chandra Budiarjo dari Skuadron 400 Wings Operasi Udara II, menjadi satu-satunya pilot helikopter Dolphin yang berhasil menjemput jenazah korban pesawat AirAsia Qz 8501 di KRI Bung Tomo, Rabu (31/12). Kondisi cuaca menjadi kendala dalam evakuasi para korban, sehingga membuat armada lain sulit mendekat KRI Bung Tomo.

Chandra bercerita, tak mudah mengendalikan helikopter di tengah hembusan angin dan cuaca buruk. Beruntung helikopter buatan Prancis yang diterbangkannya ini tergolong canggih, sehingga bisa mengatasi kondisi cuaca yang tak bersahabat.

Keberhasilan menemukan dalam waktu singkat, dan mengevakuasi korban tragedi Air Asia merupakan prestasi tersendiri bagi para relawan dan TNI di Indonesia. Pasalnya dari beberapa tragedi kecelakaan pesawat yang jatuh di laut, hingga kini belum berhasil ditemukan.

Sebut saja tragedi Malaysia Airline MH370 yang jatuh di Samudera sekitar Australia. Juga kecelakaan Adam Air di palung Sulawesi yang dikenal dengan laut dalam, hingga kini tak ada sama sekali ditemukan puing atau jenazah korban.

Sekali lagi kita acungkan jempol buat petugas yang sudah bekerja keras. Semoga tragedi pesawat Air Asia menjadi tragedi terakhir dalam dunia penerbangan Indonesia. Semoga bahu membahu dalam mencari korban Air Asia juga terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved