SARAPAN PAGI
Masih Banyak Jalan Rusak
Akses jalan sepanjang puluhan kilometer itu, kini sangat berlumpur apabila diguyur hujan dan apabila musim kemarau berdebu.
JALAN penghubung antar kota maupun antar kabupaten bahkan antar desa di wilayah Provinsi Sumatera Selatan masih banyak rusak. Kerusakan jalan tersebut secara tidak langsung berdampak pada roda perekonomian warga apalagi akses jalan itu merupakan satu-satunya yang bisa dilintasi untuk menjual hasil bumi para petani
Di antara kerusakan akses jalan itu yakni di akses Trans Pulau Rimau yang menghubungkan Desa Lubuk Lancang Kecamatan Soak Tapeh - Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin yang semakin hari semakin memprihatinkan. Akses jalan sedianya yang tidak tersentuh pembangunan selama dua tahun terakhir ini membuat akses jalan menjadi berlumpur bahkan di beberapa titik justru berkubang selebar akses jalan.
Akses jalan sepanjang puluhan kilometer itu, kini sangat berlumpur apabila diguyur hujan dan apabila musim kemarau berdebu. Selain itu, terjadi tindak kriminalitas terjadi di sejumlah titik dengan memanfaatkan pengguna jalan yang tidak dapat memacu kendaraan dengan cepat akibat kondisi akses jalan.
Salah satu penyebabnya, seringnya truk-truk bermuatan yang melintasi jalan tersebut. Ada juga truk yang bermuatan barang-barang basah menyebabkan terganggunya pengendara yang melintas. Seperti kondisi di jalan antar penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kabupaten Muareenim, tepatnya di Desa Talang Bulang dan Teluk Lubuk. Kondisi jalan sangat terganggu banyaknya truk muatan pasir basah melintas dan meneteskan air serta pasir di sepanjang penghubung antar kedua kabupaten ini.
Truk muatan pasir basah menuju tempat penambangan galian C (pasir) di pinggiran Sungai Lematang. Truk tersebut membawa pasir basah, sehingga menetes air bercampur pasir berjatuhan di sepanjang jalan, alhasil jalan menjadi licin dan pengendara lainnya sangat terganggu.
Bahkan ada pengendara sepeda motor terjatuh, akibat ngerem mendadak kemudian tergelincir karena jalan licin dipenuhi pasir dan air, setelah air itu kering sisa pasir itu beterbangan bahkan mata menjadi perih.
Kondisi jalan seperti itu bukan hanya terdapat di dua kabupaten tersebut, tetapi juga hampir merata di kota/kabupaten di wilayah Sumatera Selatan. Memang secara tanggung jawab perawatan dan perbaikan jalan itu tergantung kepemilikan jalan tersebut, misal ada jalan negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota serta jalan lainnya. Kendati demikian masyarakat tidak mau tahu soal itu. Yang jelas masyarakat menginginkan jalan tersebut bagus dan mudah dilintasi. Pemerintah harus peka terhadap kondisi jalan tersebut dan segera memperbaikinya demi kenyamanan warga melintasinya.(Andri Farid)