SARAPAN PAGI
Secawan Anggur Kebimbangan
Baru masuk hitungan seratus hari menjabat Presiden RI, Jokowi terus didera kebijakan yang selalu ditanggapi pro-kontra.
SEPAK terjang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak putus menjadi perhatian. Sejak mengajukan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Sutarman beberapa pekan lalu, kiprah Presiden Jokowi terus mendapat sorotan.
Baru masuk hitungan seratus hari menjabat Presiden RI, Jokowi terus didera kebijakan yang selalu ditanggapi pro-kontra.
Kebijakan Presiden Jokowi yang disorot tajam terutama keputusannya menaikkan harga BBM khususnya premium dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Meski belakangan keputusannya ini dikoreksi dua kali, yakni terakhir menjadi Rp 6.500, tetaplah Presiden Jokowi menorehkan kekecewaan di hati rakyat Indonesia. Dampak ikutan kenaikan harga BBM yakni melonjaknya barang kebutuhan pokok tak hendak mengekor kebijakan Presiden Jokowi yang kembali menurunkan harga premium.
Namun demikian keputusan Presiden Jokowi yang dinilai sangat fatal adalah pengajuan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri setelah calon tunggal ini dinyatakan sebagai tersangka rekening gendut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi pengajuan ini dengan mulus disetujui oleh DPR RI. Bola panas berada di tangan Presiden Jokowi untuk melantik atau tidak Komjen Pol Budi Gunawan yang sebelumnya diajukannya kepada DPR RI.
Sejak kemunculan nama calon Kapolri inilah hujan hujatan diterima Presiden Jokowi. Bahkan kalangan yang semula mengklaim dirinya sebagai relawan Jokowi berbalik arah mempertanyakan integritas Presiden Jokowi. Jika relawannya saja marah bisa dibayangkan bagaimana hujatan yang dilayangkan lawan politik Presiden Jokowi.
Di tengah hujan hujatan, simpati coba diperlihatkan beberapa tokoh nasional. Seperti mantan capres Prabowo Subianto yang kemarin sowan menjumpai Presiden Jokowi.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menjumpai rivalnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1) kemarin.
Pertemuan berlangsung cair. Prabowo tampil cukup simpatik dengan mengunjungi Presiden Jokowi sambil menyatakan dukungan dan support. Prabowo yakin Presiden Jokowi mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan lainnya.
Di hari yang sama, simpati pada Presiden Jokowi juga diperlihatkan Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. Ia mendukung sikap dan pernyataan Presiden Joko Widodo di Bogor, Jawa Barat dalam menangani konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI. Saat itu, Presiden Jokowi meminta agar publik menunggu karena dia harus menantikan hasil keputusan gugatan pra-peradilan yang diajukan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan atas penetapannya sebagai tersangka oleh KPK.
Seperti disodorkan secawan anggur kebimbangan, itulah yang tengah dihadapi Presiden Jokowi. Menjadi seorang presiden awalnya memang terasa sangat manis dan memabukkan. Namun di balik kesenangan itu, tanggungjawab seorang presiden sangatlah besar.
Presiden Jokowi dihadapkan dua dilema yang sama-sama berat. Apakah akan mengikuti kekuatan para pendukungnya yang ingin ia segera melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri? Atau sebaliknya membatalkan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan untuk membuktikan integritasnya sebagai seorang presiden yang berdiri di atas kepentingan semua rakyatnya.