SARAPAN PAGI

Cerita Menteri Tedjo Bukan Surti dan Tejo

Hilang Tejo yang dulu ngampung, dekil lugu, tapi Surti suka/Berganti tejo yang gaul, yang funky, yang doyan ngucapin/....emberrrrrr....

TEDJO semakin terkenal. Nama itu mirip dengan sosok jejaka pulang kampung dalam lagu 'Surti Tejo' milik Jamrud. Tetapi bukan. Sosok ini berbeda.

Tedjo yang dimaksud adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam pemerintahan Jokowi-JK. Nama lengkapnya Tedjo Edhy Purdijatno.

Tentu saja dia pria yang terpelajar. Karir di dunia militer sukses, sampai menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2008-2009. Kemudian bergabung dengan organisasi massa Nasional Demokrat (Nasdem). Lalu menjabat Ketua DPP Partai NasDem.

Hari-hari belakangan ini Pak Menteri Tedjo jadi bahan perbincangan, terutama di dunia maya. Dia jadi bahan obrolan menyasyikkan netizen. Meme bergambar Tedjo juga banyak tersebar.

Sampai-sampai namanya digunakan netizen sebagai kata baru 'tedjo', yang dalam kamus gaul bermakna 'tidak jelas'.
Ada meme bergambar Menteri Tedjo dengan tulisan, 'Sekarang kamu sudah boleh ngomong: "Ah lo! Kita putus. Muma sama masa dengan sama tedjonya!"

Ada juga, "Bang Haji Rhoma selalu mengingatkan agar kita melakukan sesuatu dengan tujuan yang tidak tedjo. Begadang misalnya."

Berbagai meme pedas dan nyelekit itu menyindir Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno atas ucapannya yang mengatakan pendukung KPK adalah rakyat tak jelas.

Publik langsung bereaksi atas pernyataan Tedjo saat menyikapi masalah antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Saat itu, Tedjo menganggap pimpinan KPK kekanak-kanakan karena menggerakkan massa untuk memberikan dukungan pasca-penangkapan dan penetapan tersangka Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri.

Padahal, menurut Tedjo, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan pimpinan KPK dan kepolisian untuk tidak membuat suasana semakin panas.

Namun, dalam pernyataan Tedjo, terselip kata-kata yang menyinggung banyak orang. Ia menganggap massa yang berada di Gedung KPK adalah rakyat yang tidak jelas.

"Jangan membakar-bakar massa, mengajak rakyat, ayo rakyat, kita ini, enggak boleh begitu. Itu suatu pernyataan sikap yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Dia akan didukung, konstitusi mendukung. Bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu, konstitusi yang mendukung," kata Tedjo.

Pernyataan itu memantik reaksi. Terlebih para demonstran pendukung KPK, malam itu, banyak dari kalangan profesional, akademisi, dan karyawan yang pulang kerja langsung mampir ke Kuningan mendukung KPK. Bagaimana bisa mereka itu disebut sebagai rakyat yang tidak jelas. Atau jangan-jangan Pak Menteri yang.....

Sementara polemik KPK dan Polri terus berlanjut, lagu Surti Tejo juga banyak diputar di radio.

Hilang Tejo yang dulu ngampung, dekil lugu, tapi Surti suka/Berganti tejo yang gaul, yang funky, yang doyan ngucapin/....emberrrrrr.... (Aang Hamdani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved