Kebun Sawit Jadi Padang Gembala Sapi
Bantuan ternak ini diberikan kepada masing-masing kelompok tani sesuai proposal yang diajukan dengan verifikasi.
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Pemerintah Kabupaten Muba, bakal mengembangkan integrasi peternakan sapi yang memanfaatkan lahan perkebunan sawit. Hal ini dilakukan guna mendukung swasembada daging. “Sesuai arahan Presiden Jokowi pada Sabtu kemarin, kita siap integrasi antara peternakan sapi dengan perkebunan sawit,” ujar Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, Senin (8/12).
Menurut Beni, potensi integrasi sapi sawit di Kabupaten Muba sangat besar, mengingat terdapat ratusan ribu hektar perkebunan sawit yang menawarkan sumber makanan yang memiliki kualitas paling tinggi, seperti bungkil inti sawit dan gulma.
“Integrasikan dengan kemitraan perusahaan dimana kebun-kebun kelapa sawit yang ratusan ribu hektar di Muba dijadikan padang gembala sapi. Maka, sumber pangan tidak akan habis, sehingga produksi sapi mengalami peningkatan,” beber dia.
Dikatakan Beni, pihaknya juga akan mengembangkan sekolah peternakan rakyat (SPR). SPR ini bertujuan memberi ilmu pengetahuan kepada peternak berskala kecil tentang berbagai aspek teknis peternakan dan nonteknis.
“Kita sudah ada SPR di Sungai Lilin, dan akan kita kembangkan lagi. Bila perlu akan kita programkan di setiap kecamatan, agar para peternak mendapatkan ilmu pengetahuan yang baik dalam pengembangan sapi,” beber dia.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Muba, Suandi, mengatakan, pada tahun ini pihaknya menyalurkan bantuan ternak berupa 427 ekor kambing untuk 36 kelompok tani di 15 desa pada delapan kecamatan. Sedangkan untuk ternak sapi sebanyak 86 ekor untuk 41 kelompok tani di 27 desa pada delapan kecamatan.
“Bantuan ternak ini diberikan kepada masing-masing kelompok tani sesuai proposal yang diajukan dengan verifikasi apakah memenuhi peryaratan untuk mendapatkan bantuan atau tidak,” terang dia.(cr10/SP)