Dipaksa Lunasi Hutang Dengan Jual Sabu, Dedi Tewas Dalam Pelukan Ibu
Dedi Darmadi (28), warga Desa Ulak Kemang Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tewas dalam pelukan orang tuanya Aini (54).
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Dedi Darmadi (28), warga Desa Ulak Kemang Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tewas dalam pelukan orang tuanya Aini (54). Dedi ditembak oleh orang yang dikenalnya bernama Kotang warga Kelurahan 5 Ulu Lrg Kedukan Laut Palembang hingga bersimbahan darah dan nyawanya tak terselamatkan.
Menurut informasi dari keluarga korban, kejadian terjadi, Selasa (18/11/2014) pukul 06.00 saat Dedi baru nyampai ke rumah dari perjalanan. Dedi pagi itu, tanpa menaruh curiga, ada seorang menghentikan kendaraannya di depan rumah. Tiba-tiba, orang tersebut menikam pundaknya dengan pisau sehingga, Dedi bersama sepeda motor yang ditumpanginya roboh dan tersungkur.
Dedi pun, berusaha berdiri dari tempat jatuhnya dan menuju ke sisi kiri rumah, kemudian suara senjata api mengarahkan ke Dedi dan mengenai bagian tenggorokan. Saat suara letusan terdengar, orang tua Dedi, keluar dari rumah dan melihat anaknya sudah tak berdaya. Ketika, Dedi sempat menyebutkan orang yang menembaknya kepada ibunya, Aini.
“Bu, Kotang yang nembak aku,” cerita Rika (29) istri Dedi yang menirukan perkataan mertuanya Aini yang saat itu sebelum nyawa suaminya hilang sempat berucap seperti itu.
“Telah lama diteror akan dibunuh oleh Kotang, karena masalah hutang, suami saya dipaksa untuk menjualkan sabu milik mereka jika ingin melunasi hutangnya,” ujar Rika seraya berharap tegas pihak polisi agar mengusut tuntas kasus pembunuhan suaminya yang dipastikan ada keterlibatan orang desanya atas perencanaan pembunuhan ini.