Gadis Cantik Ini Pernah Beli Sepatu Besar Sebelah di Dunia Maya
Masalahnya, banyak toko online yang websitenya kurang nyaman untuk diakses di gadget mobile. Selain gambarnya kecil-kecil, websitenya tidak responsif
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - SELAIN berbelanja di mal, belanja online sudah menjadi tren perempuan era digital. Toko online baru terus bermunculan. Masalahnya, banyak toko online yang websitenya kurang nyaman untuk diakses di gadget mobile. Selain gambarnya kecil-kecil, websitenya tidak responsif kita jadi harus banyak slide (sering berpindah pindah halaman, red). Capek.
Seperti kisah Yanti Ryanidi, staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumatera Selatan yang mengaku juga memanfaatkan belanja via online. Namun menurut mahasiswi Stisipol Candradimuka ini, dirinya belakangan hanya memanfaatkan sosial media instagram ketimbang website khusus belanja lainnya yang cukup menjamur di tanah air.
“Awalnya memang browsing di banyak website, tapi sekarang lebih ke instagram. Karena di sana dapat langsung melihat testimoni dari pembeli lain,” ujar dara kelahiran 18 Mei 1994 ini. Saat ditanya produk yang sering dibelinya via online, Yanti menjawab tas menjadi barang yang selalu diburu setiap bulannya.
“Sebenarnya dulu tidak hanya tas, dulu juga sering beli sepatu. Tapi sejak ada kejadian lucu sekaligus menyebalkan, sekarang sudah saya kurangi,” ungkapnya.
Kejadian itu menjadi pembelajaran berharga baginya.
“Waktu itu saya membeli sepatu, tapi pas barangnya sampai ternyata ukuran kaki kanan dan kiri berbeda, terus susah untuk dikembalikan, jadi sekarang beli tas saja,” jelasnya.
Dalam membeli produk via online, Yanti belum punya toko online favorit dan budget khusus setiap bulan.
“Kadang sebulan sekali, tapi biasanya kalau ada barang yang bagus naluri perempuan langsung ingin memesan lagi. Soal toko online, saya lihat reputasinya dulu dan kualitas barang. Apalagi kalau sudah direkomendasikan public figure, saya akan lebih percaya,” pungkasnya.