Gadis Palembang Kejar Cinta Arjuna

Diah Sempat Sekolah Penerbang

Karir Diah di dunia seni terus berlanjut. Keahliannya memberikan tata rias membuatnya sering menjadi penata rias di acara-acara besar.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejak kecil Mardhiyah alias Diah, peserta reality show Panah Asmara Arjuna telah menunjukan bakat seninya. Berbagai perlombaan busana dan tata rias berhasil ia raih. Beranjak dewasa Diah semakin menunjukkan kelebihannya terutama dalam bidang menari. Karena keahliannya menari itulah kini Diah memiliki usaha sanggar tari sendiri.

Acara-acara besar selalu melibatkan dirinya. Terakhir acara pembukaan SEA Games di Palembang.

"Ia diminta untuk menari di depan Presiden SBY," ujar Ningsih, ibu Diah.

Diceritakannya, saat kelas 1 Sekolah Dasar (SD) Diah telah berhasil menjadi juara lomba mewarnai. Setelah memenangkan lomba tersebut Diah terus aktif ikut lomba.

"Lomba busana muslim. Lomba rias pengantin, dan lomba busana ibu-ibu. Semuanya berhasil menjadi juara," terangnya.

Karir Diah di dunia seni terus berlanjut. Keahliannya memberikan tata rias membuatnya sering menjadi penata rias di acara-acara besar.

"Tamat sekolah dari SMA 14 Palembang Diah ikut sekolah penerbangan di Yogyakarta. Hanya saja tinggi badannya kurang beberapa sentimeter," ungkap Ningsih.

Sebelum mengikuti ajang reality show Panah Asmara Arjuna (PAA) Diah merupakan seorang penari. Ia menguasai berbagai tarian khas daerah dan kreasi. Selain itu Diah juga bisa menari ular, tarian khas dari India.  "Untuk tarian ular ini Diah sangat sering mendapatkan panggilan untuk menari," terangnya.

Satu bulan mengikuti karantina di Jakarta membuat Diah untuk sementara meninggalkan pekerjaannya sebagai penari dan penata rias. Beberapa pesanan untuk menari terpaksa dibatalkan karena Diah berada di Jakarta.

Sementara itu Muhammadiah, orangtua Diah, mengatakan bahwa dirinya hanya bisa berdoa untuk keberhasilan Diah dalam ajang PAA. "Sebagai orangtua saya memberikan kebebasan untuk Diah menentukan masa depan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Diah merupakan peserta PAA asal Sumsel. Warga Griya Harapan C Sako Palembang ini sempat membuat orang disekitarnya terkejut mengetahui keikutsertaannya. Spanduk berisi imbauan untuk mendukung Diah terpasang di pinggir Jalan Sematang Borang. Sejak saat itu, Diah secara cepat menjadi buah bibir orang-orang di kampungnya.

Selain menghebohkan di dunia nyata, putri bungsu Ningsih dan Muhammadiah ini sempat juga menjadi perbincangan di twitter dan facebook karena memerankan karakter yang angkuh dan sombong. Tidak jarang tingkahnya di acara itu menimbulkan pro dan kontra di lingkungan tempat tinggalnya. (bbn)

Tags
Mardhiyah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved