Siswi SMK Dibunuh Pria Beristri
Sella Dikenal Aktif di Kelas dan Pintar Membaca Al Qur'an
Suci mengatakan, Sella jika dibanding dengan siswa lainnya memiliki keperibadian cukup menonjol, terlebih lagi Sella pintar dalam membaca Al Qur'an.
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Di tempat sekolah SMKN 1 Prabumulih, Sella Dwi Oktavia, korban pembunuhan disertai pemerkosaan, dikenal sebagai pribadi yang rajin masuk sekolah dan rajin belajar. "Sella itu anaknya rajin dan cukup pintar, hanya saja karena rumahnya yang jauh membuat Sella sering terlambat masuk sekolah," ujar Suci Hidayati, Wali Kelas Sella.
Suci mengatakan, Sella jika dibanding dengan siswa lainnya memiliki keperibadian cukup menonjol, terlebih lagi Sella pintar dalam membaca Al Qur'an. "Sella membaca Al Qur'an cukup lancar jika dibandingkan siswa lainnya, selain itu Sella aktif dalam tiap proses belajar mengajar, dia suka bertanya, suka menjawab ketika kita ajukan pertanyaan ke siswa, pribadinya cukup aktif," cerita Suci.
Terpisah, kedua orang tua korban Sella tampak masih mengalami kesedihan sangat mendalam. Ibunya, Dita (47), tak henti menagis setiap kali mengingat anak bungsu dari dua bersaudara tersebut. "Saya masih belum percaya anak saya lebih dulu dipanggil Allah SWT menghadap, saya sedih kenapa cara anak saya meninggal harus demikian," kenang Dita.
Dia mengatakan, anaknya sehari-hari selain sekolah, di tempat tinggal menjadi seorang guru ngaji atas kepercayaan ustadz kampung, karena Sella lancar membaca Al Qur'an. "Dia sehari-hari mengajar anak warga Simpang Penimur mengaji, saya sudah sejak kecil menyekolahkannya di pondok pesantren di Lampung. Itu saya dan suami lakukan agar terhindar dari pengaruh lingkungan sekitar rumah," ujarnya.
Dita menuturkan, Sella yang merupakan anak perempuan satu-satunya, merupakan harapan terakhir dirinya dan suaminya untuk mengangkat derajat keluarga dengan bersekolah tinggi agar berhasil menggapai cita-cita.
"Kakak Sella sudah menikah, tinggal dia satu-satunya harapan kami untuk meningkatkan derajat keluarga. Sella bercita-cita menjadi sekretaris, itulah sebabnya sekolah jauh-jauh dari rumah ke SMKN 1 agar bisa masuk jurusan akuntansi," kenang Dita.
Berita sebelumnya, Dani Edwar (21) mengaku memperkosa Sella Dwi Oktavia (15) dalam kondisi pingsan, lantas membunuh pelajar kelas X SMK Negeri 1 Jurusan Akutansi itu. Dani menyimpan celana dalam Sella, kemudian meninggalkan jenazah di semak-semak kebun karet.
Setelah melakukan penyelidikan selama hampir dua pekan, Tim Gabungan Satreskrim Polres Prabumulih dan Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat, mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMK itu.
Pelaku yakni Dani Edwar bin Mat Yani (21), warga Dusun V Desa Sumber Rahayu Kabupaten Muaraenim, masih memiliki hubungan keluarga dengan Sella dari istrinya, Jamilah (21). Dani tinggal tak jauh dari kediaman Sella di kawasan Simpang Penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.
Penangkapan dilakukan saat Dani, yang menjadi kernet truk batubara, tengah melintas di kawasan Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Senin (29/9) sekitar pukul 17.30.
Di hadapan polisi, Dani mengakui perbuatannya melakukan pemerkosaan terhadap Sella Dwi Oktavia lalu melakukan pembunuhan terhadap anak gadis pasangan Mat Sakam (60) dan Dita (47) tersebut. Dani mengaku, dirinya nekat membunuh korban lantaran korban melakukan perlawanan saat hendak diajak bersetubuh, pelaku yang kesal kemudian memukul kepala korban hingga pingsan lalu melampiaskan nafsu bejatnya.
“Saat saya mau perkosa, Dia (Sella-red) melakukan perlawanan, hingga akhirnya saya pukul menggunakan kayu balok di bagian belakang kepalanya, lalu setelah dia pingsan saya lucuti celana dalamnya dan saya pekosa dalam keadaan pingsan,” ungkap Dani ketika diwawancarai.
Dani mengatakan, setelah puas melampiaskan nafsu, Sella kemudian sadar dari pingsan dan kembali mencoba berontak sehingga membuat dia kembali memukulkan kayu balok ke kepala korban.
“Saat itu napasnya sudah hampir habis, setelah saya tahu dia meninggal lalu saya pergi dan menyimpan celana dalam korban di dalam tas, lalu saya ambil handphonenya dan saya pergi pulang,” ujar pria satu anak tersebut seraya mengatakan usai membunuh dirinya kabur ke Palembang.