Ekspedisi Taman Nasional Sembilang

Puncak Burung Migran Pada Bulan November dan Desember

Tim Kompas Gramedia yang terdiri dari Tribun Sumsel, Sriwijaya Post dan Kompas TV menuju lokasi yang 80 persennya terdiri dari hutan mangrove

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Tim Kompas Gramedia yang terdiri dari Tribun Sumsel, Sriwijaya Post dan Kompas TV menuju lokasi yang 80 persennya terdiri dari hutan mangrove itu menggunakan speedboat berkapasitas 8 orang.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam atau sejauh 50 km, kabut yang tadinya membatasi jarak pandang berangsur hilang. Speedboat tetap menyusuri pesisir pantai agar lebih mudah mengamati beragam jenis tanaman mangrove dan kehidupan nelayan di sana.

Sekitar 30 menit kemudian, pantai yang tadinya tenang tiba-tiba mulai bergelombang. Air bergulung-gulung menandakan sudah waktunya pasang. Ombak menjelang sore semakin besar, tingginya yang sekitar 50-70 centimeter membuat serang (pengemudi-red) speedboat mulai meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, penumpang juga mulai mengencangkan ikat pelampung yang sudah dipakai sejak keberangkatan. Goncangan cukup hebat yang dirasakan selama 1 jam berangsur hilang saat kami tiba di sekitar Sungai Nibung.

Riza Kadarisman yang duduk paling depan kemudian menunjuk puncak hutan mangrove. Dari kejauhan terlihat ada sesuatu bewarna hitam yang bergerak pelan dari barat ke selatan. Seperti asap.

“Itu adalah burung migran. Memang puncak kedatangan November dan Desember, tetapi ada beberapa burung yang setiap kali terjadinya migrasi menetap di Sembilang. Burung itu mungkin sakit atau masih kecil, sehingga tidak bisa terbang jauh,” kata Riza yang dua hari itu jadi pemandu perjalanan Tim Kompas Gramedia..

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved