Atlet Anggar Sumsel Diduga Dijual
11 Atlet Anggar Sumsel yang Mutasi Masih Terkatung-katung
Soal kucuran dana, Zulfaini telah menerima kabar bahwa KONI Jawa Timur mengucurkan dana sebesar Rp 800 juta kepada pelatih maupun atlet anggar
TRIBUNSUMSEL.COM - Soal kucuran dana, Zulfaini telah menerima kabar bahwa KONI Jawa Timur mengucurkan dana sebesar Rp 800 juta kepada pelatih maupun atlet anggar tersebut. Di situlah menurutnya, pelatih anggar bernegosiasi dengan pihak KONI Jawa Timur dengan membuat kompensasi sebesar Rp 800 juta.
Ketika negosiasi itu sudah selesai, barulah mereka mengusulkan surat pindah dari KONI Sumsel. Sebelumnya, eksodus sepihak itu hanya dilengkapi surat diketahui dan disetujui oleh Pengrov Cabang olahraganya.
"Ya orang-orang itulah yang ngurus itu (surat pindah dari Pengrov untuk izin mutasi) semuanya," paparnya.
Padahal, bila melihat syarat surat-surat mutasi berasal dari pengprov tersebut, jelas sekali tidak resmi. Alasannya, sudah dua tahun ini Pengprov tidak memiliki ketua umum. Dan dua tahun sudah mereka belum melakukan musyawarah provinsi (musprov) untuk menentukan ketua umum. "Artinya surat-surat itu sudah tidak sah," tegasnya.
Menurut Zulfaini, kini, ke 11 atlet masih terkatung-katung tanpa kepastian. Beberapa waktu lalu, pernah didaftarkan di Kejurnas atas nama Jawa Timur, tapi tidak bisa mewakili Jatim.
Sedangkan untuk dana yang sudah dikucurkan oleh Jatim terhadap Atlet maupun pelatih, dalam surat perjanjian yang dia baca, harus dikembalikan apabila atlet tidak bisa mewakili Jatim pada PON mendatang.
Namun informasi yang diterimanya, kesebelas atlet saat ini masih mendapatkan kucuran dana dari Jatim. Sedangkan uang bantuan per bulan dari KONI Sumsel, mereka tidak mau menerima, ditolak dengan alasan sudah menjadi atlet Jawa Timur.
"Menurut mereka sudah mutasi, tapi menurut kita tidak benar. Makanya saya katakan, sampai saat ini tidak ada satu pun atlet sumsel yang pindah ke daerah lain, sebab secara administrasi belum ada putusan soal itu. Mereka hanya klaim sepihak," tegasnya.