Mengenal Komunitas Lesbi Palembang
In Nyaris Jadi Lesbi
Pemberitaan Tribun Sumsel tentang komunitas lesbi di Palembang membuat In menceritakan pengalaman-nya yang hampir menjadi korban komunitas tersebut.
Penulis: M. Syah Beni | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemberitaan Tribun Sumsel tentang komunitas lesbi di Palembang membuat In menceritakan pengalaman-nya yang hampir menjadi korban komunitas tersebut. Ia menceritakan hal ini agar para remaja putri terutama yang masih duduk di bangku sekolah tidak masuk dalam pusaran komunitas dengan prilaku seks menyimpang.
"Membaca berita tentang komunitas lesbi ini membuat saya teringat bahwa saya hampir menjadi korban," ujarnya, memulai cerita.
In, wanita bertubuh mungil dan berkulit putih, mengaku tidak menyangka bahwa orang yang sedang mendekatinya adalah seorang butchy (lesbi yang memerankan sosok lelaki).
Awalnya, ia diberitahu oleh teman satu kelasnya R, seorang femme, bahwa ada temannya dari sekolah lain yang mengagumi dirinya. Lantas R menjadi mak comblang untuk In.
"Butchy itu menelpon saya dan langsung main ke rumah. Saat itu saya masih belum tahu jika ia seorang wanita," terangnya.
In sempat diajak jalan-jalan oleh butchy tersebut ke arena biliar yang berada di mal di Palembang. Tidak ada perlakuan buruk yang dialami In. Tingkah laku butchy yang tidak seperti laki-laki biasanya membuat In curiga.
In menanyakan hal tersebut ke teman satu kelasnya. "Saya cukup terkejut, ternyata orang yang mengajak saya jalan itu adalah lesbi. Saya kira ia laki-laki," ungkapnya.
Perawakan butchy itu sendiri sangat mirip dengan laki-laki. Penampilan hingga gestur tubuhnya hampir membuat In tertipu.
Komunitas lesbi di Palembang terutama mereka yang masih usia sekolah gencar mencari pasangan ke sekolah-sekolah. Baik sekolah swasta maupun negeri. Termasuk sekolah-sekolah yang dianggap unggulan.
In yang kini telah menyelesaikan sekolahnya sempat kembali bertemu dengan butchy yang mendekatinya saat semasa sekolah. Ternyata ia tetap menjadi butchy. Sementara temannya, R, kini telah meninggalkan komunitas tersebut dan melanjutkan kuliah.
"Kalau pasangan lesbi tingkat anak kuliahan biasanya kumpul di kafe yang berada di sekitaran Puncak Sekuning," jelasnya.
Dari pengakuan In, kaum femme lebih mudah untuk keluar dari komunitas lesbi dari pada butchy. Ini dikarenakan femme masuk ke dalam komunitas hanya untuk pelarian.
"Teman saya R itu menjadi femme karna ia minder tidak pernah pacaran. Karena bentuk tubuhnya yang gemuk. Lesbi itu hanya pelarian," terangnya.
"Saat ini R telah mempunyai pacar lelaki dan menjalani hidupnya seperti wanita normal," tutupnya.