Mengenal Komunitas Lesbi Palembang
Berkelahi Rebutan Pacar Lesbi
Ternyata perkelahian tersebut dilandasi rasa cemburu antara butchy yang sama-sama mencintai satu femme.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Malam belum terlalu larut. Jarum jam menunjukan pukul 20.00. Ratusan orang di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) tampak asyik menyaksikan para dancer beradu tangkas di atas panggung.
Di saat semua mata orang tertuju pada acara tersebut. Ada sekelompok remaja memilih pelataran Museum SMB II, berjarak 100 meter dari BKB, sebagai tempat berkumpul. Jumlahnya sekitar dua puluh orang. Mereka duduk santai di atas pot bunga berbentuk lingkaran.
Sekilas, aktivitas remaja tersebut terlihat seperti pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran. Namun, setelah diamati lebih teliti, tidak ada laki-laki dalam kelompok remaja tersebut. Sosok yang berpenampilan laiknya lelaki itu ternyata juga seorang wanita.
Kelompok ini menasbihkan diri mereka sebagai komunitas lesbi. Komunitas penyuka sesama jenis. Mereka nongkrong, bercanda, sambil sesekali merokok.
Beberapa orang membentuk kelompok lebih kecil. Ada juga yang duduk 'berpasang-pasangan' sedikit menjauh.
Tribun Sumsel mendekati kumpulan tersebut dan mengamati dari dekat. Ternyata mereka masih berusia belia sekitar 15-18 tahun. Remaja yang ditaksir masih sekolah di SMP dan SMA.
"Cuma duduk-duduk saja. Menikmati suasana malam minggu," ujar Mi, seorang di antaranya, membuka obrolan ke Tribun Sumsel.
Malam itu Mi berpenampilan lelaki, mengenakan kemeja dan celana jins di atas lutut. Untuk mempertegas citra laki-lakinya, Mi memotong pendek rambut dan menggunakan anting cowok. Bahkan ia tak sungkan untuk menghisap rokok.
Di kalangan lesbian, perempuan yang berbadan cukup tambun ini, berperilaku sebagai butchy atau bertindak sebagai laki-laki. Sementara pasangannya disebut femme atau female. Femme ini biasanya berpenampilan seperti gadis pada umumnya, bahkan cenderung lebih feminim dan seksi.
"Mereka yang kumpul ini biasanya pasang-pasangan. Cuma kumpul saja. Ada juga untuk mencari pasangan," katanya.
Istilah butchy dan femme digunakan untuk membedakan perilaku dari kaum lesbian. Selain itu ada juga istilah andro.
Andro istilah yang digunakan untuk menunjukkan pembagian peran yang sama dalam karakter maskulin dan feminin pada saat yang bersamaan.
Seorang andro dalam arti identitas gender, adalah orang yang tidak dapat sepenuhnya cocok dengan peranan gender maskulin dan feminim.
Belum sempat bertanya secara mendalam, tiba-tiba kelompok mereka secara bersamaan menuju ke jalan di samping Museum SMB II. Hanya berselang beberapa menit terjadi perkelahian antara butchy. Mereka saling menendang dan menarik baju.
Perkelahian tersebut berakhir setelah ada seorang penjaga museum yang memarahi mereka. Namun beberapa butchy balik membentak penjaga tersebut.
Ternyata perkelahian tersebut dilandasi rasa cemburu antara butchy yang sama-sama mencintai satu femme.