Banjir Sumsel

Berikan Bantuan Pada Daerah Terkena Banjir

Kondisi banjir ini diperparah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari belakangan plus naiknya air laut yang bermuara di Sungsang,

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Kota Palembang, Anton Suwindro mengatakan 50 posko didirikan menyebar di kawasan yang berpontensi banjir. Posko ini mencakup kawasan Kecamatan Ilir Barat I, PKM Padang Selasa, Jalan Tanjung Rawa Rt 56, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, PKM OPI, Pustu 15 Ulu, PKM 7 Ulu, Pustu 9-10 Ulu, Kecamatan Kertapati, PKM Kertapati, Kecamatan Gandus, dan PKM Gandus.

Masing-masing posko mempunyai tenaga medis yang disiapkan empat sampai lima petugas, dua orang dokter, satu orang supir ambulance, dan petugas obat. Sementara Kadis PUBM dan PSDA Darma Budhy mengatakan, banjir yang terjadi di Palembang disebabkan karena air kiriman Sugai Ogan, Empatlawang, Sekayu dan daerah hulu sungai Musi, sebab di kawasan hulu sana sudah lebih dahulu terkena banjir. Kini luapan airnya mengalir ke Palembang.

Kondisi banjir ini diperparah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari belakangan plus naiknya air laut yang bermuara di Sungsang, sehingga membuat air terjebak di Sungai Musi dan pemukiman tak bisa mengalir ke luar.

"Kalau sudah banjir besar seperti ini kita juga tak bisa berbuat apa-apa karena walaupun dipompa juga tak akan berhasil, harusnya upaya penanggulan banjir dilakukan musim kemarau jadi saat musim hujan siap menghadapi banjir ," ujar Darma Budhy.

Sejumlah daerah di Sumsel dilanda banjir sepekan ini. hampir seluruh kabupaten seperti OKU Timur, OKU, OI, OKI, Muratara, Muba, dan Banyuasin.

Di Banyuasin, banjir terpantau di Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur disebabkan meluapnya Sungai Musi hingga setinggi lutut orang dewasa. Seorang warga Ahmad (41), minta pemerintah mewaspadai penyebaran penyakit kulit.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, Dani Maulana, mengatakan, belum mendapatkan laporan terkait banjir yang melanda Desa Lebung.

Secara terpisah, Kepala BPBD Sumsel Yulizar Dinoto mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan di PALI, Muratara, OI, Muaraenim, dan OKI.

"Mereka diberikan bantuan karena telah memberikan laporan kepada BPBD bahwa daerahnya memerlukan bantuan tambahan," ujar Yulizar Dinoto, Kamis (16/1).

Sementara itu daerah lainnya masih belum memberikan laporan kepada BPBD. Menurut Yulizar, mungkin saja daerah lainnya masih bisa mengatasi banjir sendiri dan belum memerlukan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Semua bantuan ini merupakan bantuan dari gubernur dan saat ini sedang kami bagikan ke wilayah-wilayah tersebut," tuturnya.

Rincian bantuan dari BPBD Sumsel tersebut ialah beras masing-masing PALI 5 ton, Muratara 3 ton, OI 7,5 ton, Muaraenim 10 ton dan OKI 10 ton. Selain beras juga diberikan lauk pauk serta barang kebutuhan lainnya seperti sabun dan pakaian.

"Di OI ada tambahan berupa obat-obatan karena di sana mulai ada penyakit gatal-gatal," ungkapnya.

"Untuk berkaitan dengan banjir kami sudah perintahkan BPBD daerah untuk bekerjasama dengan pihak terkait di daerah seperti jika ada jalan longsor dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU)," paparnya.

Pemerintah daerah juga diarapkan bisa memback up bantuan masing-masing. Hal ini dikarenakan bantuan dari gubernur hanya merupakan tambahan saja. "Saat ini banjir masih belum terlalu besar, karena puncaknya diperkirakan pada bulan Maret. Mudah-mudahan saja nantinya banjir tidak lebih besar dari tahun kemarin," ucap dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved