Berita Palembang
2 Mahasiswi Jadi Korban Copet Saat Saksikan Kampanye di BKB Palembang, Tak Sadar Tas Sudah Disilet
Dua mahasiswi jadi korban penjahat copet silet di kawasan BKB Palembang, Selasa (9/4).
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dua mahasiswi jadi korban penjahat copet silet di kawasan BKB Palembang, Selasa (9/4).
Dua mahasiswi ini di BKB berniat menyaksikan kampanye akbar Prabowo-Sandi.
Tak tangung-tanggung, dalam waktu 1 jam terdapat dua mahasiswi yang menjadi korban dan membuat surat keterangahan kehilangan ke SPKT Polresta Palembang.
Adapun korbannya yakni Aisyahtul (20), warga Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.
Saat itu, mahasiswi PGRI ini berniat ingin nonton Nisa Sabyan dan Rhoma Irama di BKB. Rhoma Irama tampil hanya saja Nisa Sabyan tidak karena masih berada di medan.
Ketika berada di tengah kerumunan ribuan massa, korban berusaha maju ke depan.
Saat ia sedikit maju kedepan, seorang ibu-ibu megatakan tasnya selempang warna hijau lumutnya sudah dalam keadaan sobek di bagian depan.
"Nah, saat saya sudah di depan, ada ibu-ibu yang ngasih tau kalau tau saya robek. Begitu dilihat, ternyata benar tas saya robek seperti bekas disilet orang, dan semua isinya hilang," ujarnya.
Akibat kejadian ini, korban kehilangan sebuah dompet berisi uang Rp 250 ribu, KTP, KTM, SIM C, dan surat bukti lunas pembayaran semester kuliah.
Tak lama dari laporan dari Aisyatul Fitri, kejadian serupa di lokasi yang sama juga dialami seorang mahasiswi UIN Palembang, Anisa (21).
Saat itu, ia bersama ketiga temannya bermaksud ingin menghadiri kampanye Capres nomor 02 di BKB, sambil menyaksikan pertujukan Nisa Sabyan.
Sialnya, begitu mereka hendak pulang, tas milik Anis sudah dalam keadaan robek di bagian bawahnya, dan dompet yang ada di dalam tas sudah hilang.
"Saya baru tau kalau tas robek, setelah kami berada di samping Monpera. Sepertinya robek bekas disilet, dompet saya hilang, isinya KTM, KTP, Kartu BPJS, ATM, dan uang Rp 500 ribu," jelasnya.
Anis yang datang bersama temannya mengatakan, kedatangannya ke SPKT Polresta Palembang lantaran ingin mengurus surat kehilangan KTP, KTM, dan ATM miliknya.
"Kalau barang yang sudah hilang, ya sudah hilang, mau gimana lagi saya iklas. Tapi harus diurus, makanya saya cuma buat surat kehilangan saja," jelasnya.