Berita Muara Enim

Kenalkan 10 Motif Batik Muaraenim yang Diangkat dari Kearifan Lokal

Sepuluh macam bentuk kearifan lokal di Kabupaten Muaraenim akan dijadikan 10 motif batik khas Muaraenim

Kenalkan 10 Motif Batik Muaraenim yang Diangkat dari Kearifan Lokal
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Ketua PKK Kabupaten Muaraenim Sumarni sedang membuat batik khas Muaraenim, Kamis (14/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM-Sepuluh macam bentuk kearifan lokal di Kabupaten Muaraenim akan dijadikan 10 motif batik khas Muaraenim.

Ketua TPP PKK Kabupaten Muaraenim Sumarni didampingi Camat Lawang Kidul, Rahmat Noviar kepada Tribunsumsel.com, Kamis (14/3/2019) mengatakan, Pemkab Muaraenim akan membangun kampung batik dan kampung songket untuk mengangkat budaya yang berlandaskan kearifan lokal.

Untuk kampung batik itu akan dipusatkan di satu kelurahan Tanjung Enim yakni di Dusun Tanjung.

Saat ini sudah ada beberapa warga yang membuat produksi batik khas Muaraenim.

Pemkab Muaraenim Gelar MTQ Tingkat Kabupaten Tahun 2019 di Lapangan Merdeka

Arus dan Ombaknya Alami, Kalau ke Wisata Bedegung Muaraenim Sayang tidak Jajal Arung Jeramnya

"Nah inilah yang akan kita kembangkan lebih banyak lagi, sehingga nantinya orang akan mudah jika ingin mencari batik khas Muaraenim bisa datang langsung ke Dusun Tanjung yang berada di kecamatan Lawang Kidul,"

"Dusun Tanjung ini nantinya dapat menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Muaraenim," ungkapnya.

Sementara untuk songket nantinya direncanakan akan di bangun di Desa Muara Belido.

Untuk batik direncanakan akan ada 10 motif yang akan diangkat menjadi motif batik khas Muaraenim.

Motif tekiang (sebutan untuk lumbung padi di daerah semendo), kujur, keris, kuduk, kopi, bunga tanjung, padi, badas, duku, dan rumah adat.

Gagal Podium Pada MotoGP 2019 di Qatar, Yamaha Bakal Dengarkan Saran Valentino Rossi di Argentina

Fakta Persidangan Korupsi Jalan Akses Atung Bungsu, M Teguh Daftarkan 3 Perusahaannya Ikut Lelang

Begitu juga dengan motif songket, namun untuk saat ini, motif tengkiang dulu yang akan di buat. Sedangkan untuk motif lainnya akan di buat secara bertahap.

"Kita angkat kearifan lokal ini selain untuk melestarikan budaya kita, kita juga ingin menanamkan mindset bahwa sekali mendengar 10 motif tersebut, orang akan langsung terfikir bahwa itu adalah motif batik dan songket khas Muaraenim," jelasnya.

Ia juga mengatakan harapannya ke depan di Muaraenim akan muncul pengrajin-pengrajin batik dan songket.

"Sehingga itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, selain itu akan menghasilkan batik-batik khas dan mempunyai daya jual tinggi sehingga kearifan lokal budaya Muaraenim akan terangkat dan tetap terjaga," pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved