Berita Palembang

Baharuddin Ikhlaskan Kepergian Bapaknya yang Meninggal Dilindas Kereta Api di Kertapati

Sebelum kecelakaan ditabrak kereta, korban pergi ke rumah anaknya yang tidak jauh dari tempat tinggal korban.

Baharuddin Ikhlaskan Kepergian Bapaknya yang Meninggal Dilindas Kereta Api di Kertapati
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Baharuddin (38 tahun) saat ditemui di RS Bhayangkara, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Baharuddin berjalan terburu-buru saat mendatangi ruang forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang.

Pria berusia 38 tahun itu hendak mengurus jenazah ayah kandungnya, Imron Masputing (65 tahun) yang tewas terlindas kereta api di Kertapati, Kamis malam.

Menggunakan baju kuning bermotif batik dan celana dasar panjang berwarna hitam, Baharuddin langsung menemui petugas ruang forensik ditemani seorang anggota keluarganya.

Pada Tribunsumsel.com Baharuddin mengungkapkan, sebelum kejadian korban yang merupakan warga RT 23 Jalan Abi Kusno Cokro Suyono Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, pergi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari tempat tinggal korban.

Beri Ucapan Ulang Tahun untuk Lydia Kandou, Nana Mirdad dapat Balasan dan Harapan dari sang Ibu

Dapatkan Rumah dan Mobil Impian dengan Harga Terjangkau di BCA Expo Palembang

"Bapak saya kerjanya serabut. Dia tinggal sama ayuk (kakak perempuan) saya di RT 23. Kemarin jam 3 sore izin pergi ke rumah saudara kami di RT 24. Memang bapak sering main ke sana,"ungkap dia, Jumat(22/2/2019).

Setelah puas berkunjung ke rumah saudaranya, sekitar pukul 20.00 WIB korban pamit untuk pulang ke rumah.

"Tidak lama bapak izin pulang ke rumah, saudara saya yang rumahnya dikunjungi bapak dengar kabar ada orang tua yang tertabrak kereta. Langsung dia datang kesana dan lihat keadaan sekitar kejadian sudah ramai oleh warga,"ujarnya.

"Saudara saya bisa langsung tahu kalau itu jenazah bapak. Dilihat dari baju, jam tangan dan tiga cincin yang biasa dipakai bapak,"ungkapnya.

BREAKING NEWS, Polisi tidak Temukan Sperma, Jejak Kaki, dan Sidik Jari di TKP Bidan Desa Diperkosa

10 Liter Ton Solar Ilegal Dari Palembang Diamankan Brimob Polda Babel, Dugaan Oknum Polri Terlibat

Namun, Baharuddin mengaku tidak terlalu tahu penyebab pasti bagaimana ayahnya bisa tertabrak kereta api yang sedang melintas.

"Tidak tahu, saya tidak dengar cerita apa-apa dari warga sekitar. Fokus saya cuma mau ngurus jenazah bapak,"ungkap dia.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Imron. Saat ini persiapan untuk menguburkan jenazah korban tengah dipersiapkan.

"Rencananya setelah dari sini, bapak akan langsung kami kuburkan di TPU Keramasan Kertapati,"ujarnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved