Keluarga Bidan Diperkosa Ungkap Fakta Menyedihkan, Hingga Kini Masih Berstatus Honorer
Kesedihan mendalam saat ini benar-benar dirasakan oleh keluarga bidan YL (27), bidan desa yang diperkosa dan dirampok
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kesedihan mendalam saat ini benar-benar dirasakan oleh keluarga bidan YL (27), bidan desa yang diperkosa dan dirampok di rumah dinasnya Polindes Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Paman bidan YL, Saropah (53) mengatakan semua keluarganya merasa lemas saat mendengar kabar buruk yang menimpa bidan YL.
"Kita semua merasa lemas. Bukan hanya pihak keluarga, teman-temannya juga merasa prihatin semua," kata dia saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu (20/2/2019).
• Melihat TKP Bidan di Perkosa di Pamulutan Ogan Ilir, Hanya 100 Meter dari Polsek Kertapati
• Bidan Desa di Ogan Ilir Diperkosa saat Tidur di Puskesmas, Pelaku Ancam Bunuh Bayinya Jika Menjerit
• Sebut Sangat Kejam, Kapolda Janji Sikat Perampok Disertai Pemerkosaan Bidan Desa di Ogan Ilir
• Bidan Diperkosa, Dokter Minta Kerabat Tak Banyak Menjenguk, Ini Kondisi Bidan YL Sekarang
Saropah mengatakan saat ini suami korban sudah ada di RS Bhayangkara untuk menemani dan memberikan dukungan penuh pada istrinya yang tengah dirundung kesedihan mendalam itu.
"Suaminya kerja kapal. Entah sebagai anak buah kapal (ABK) atau kapten, saya juga kurang tahu. Kemarin saat kejadian suaminya sedang tugas ke Pekanbaru," kata dia.
Saat kejadian, Saropah mengungkapkan pelaku masuk ke rumah dinas dengan cara mencongkel pintu belakang.
"Warga yang datang ke tempat kejadian bilang kalau pintu belakang yang dicongkel," ungkapnya.
"Saat itu keponakan saya sendirian. Biasanya ada bibik (pengurus polindes) juga disana. Tapi saat kejadian kebetulan lagi pulang kampung. Jadi cuma ponakan saya sama anaknya saja yang di rumah," ungkapnya.
Sementara, saat ditanya status pekerjaan YL, Saropah mengungkapkan keponakannya tersebut saat ini masih berstatus sebagai tenaga honorer.
"Dia masih honor sekarang," ucapnya.
Keluarga berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini hingga tuntas dan pelaku segera diamankan.
"Kami tidak mengerti soal pasal-pasal hukum. Itu pihak kepolisian yang tahu. Tapi kami sangat berharap semua pelaku bisa ditangkap dan diberikan hukuman setimpal," tegasnya.
Sementara itu
YL (27) bidan desa diperkosa dan dirampok di rumah dinasnya di Polindes Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan.
Bidan YL mengalami trauma psikis yang mendalam.