Wagub Sumsel Mawardi Yahya Minta Percepat Pembentukan Tim Pengendali CSR

Mawardi sepakat dengan usulan Forum CSR Kesos soal pembentukan tim pengendali CSR Kesos Sumsel

Humas Pemprov Sumsel
Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menghadiri Paparan Program Forum CSR Kesos dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) oleh Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumatera Selatan, di Ruang Rapat Gubernur, Senin (18/2/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menghadiri Paparan Program Forum CSR Kesos dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) oleh Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumatera Selatan  di Ruang Rapat Gubernur, Senin (18/2/2019).

Dalam kesempatan itu, Mawardi sepakat dengan usulan Forum CSR Kesos soal pembentukan tim pengendali CSR Kesos Sumsel.

Keberadaan tim tersebut diharapkannya dapat membuat penyaluran CSR lebih terarah dan tepat sasaran.

Ia meminta pembentukan ini secepatnya dilakukan agar pengentasan kemiskinan di Sumsel semakin cepat terealisasi.

Bupati Lahat Belajar ke PDAM Tirta Musi Palembang, Sukses Beri PAD dan Gajian 24 Kali Setahun

Kecewa Dengan Mak Vera, Indra Bekti Cerita Soal Pengalaman Dilarang Menjenguk Olga Syahputra

"Harus kita akui pengendalian forum CSR ini tidak semudah yang kita bayangkan. Padahal kalau tidak dibangun ini akan tidak sasaran. Karena Pemprov punya kewenangan pembentukan tim ini saya kira memang sudah harus segera dilakukan," jelasnya.

Menurut Mawardi dari diskusinya dengan Kementerian Desa Tertinggal, saat ini pemerintah tengah fokus memberdayakan BUMDes dengan mekanisme 60 Pemberdayaan SDM dan 40 nya pemberdayaan fisik.

"Ini penting karena titik utama kemiskinan ini sebenarnya ada di desa dan daerah kota pinggiran. Makanya perlu dibentuk tim pengendalian biar tepat sasaran dan Sumsel juga ada dana utk desa dan kelurahan" jelasnya.

Selain dana desa, dana CSR ini juga dapat diberdayakan dengan BUMDes.

Polda Sumsel Ingin Buat Rumah Singgah Anti Narkoba Terlengkap, Tempat Edukasi Bahaya Narkoba

Sikap Ramah Pramugari Saat Sambut Penumpang Ternyata Punya Tujuannya, Untuk Periksa 7 Hal Ini

Pemprov katanya harus mengambil peran pembinaan atau memfasilitasi serts mengarahkan supaya dana desa benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang membutuhkan.

"Melalui pertemuan ini kita rumuskan langsung per kabupaten supaya CSR ini sampai sasaran," tambahnya.

Secepatnya kata Mawardi pihaknya akan melakukan rapat dengan konsultan mapoun pendamping, dan Ketum Forums CSR Kesos untuk melakukan pendampingan.

" Supaya CSR ini beriringan dengan program 1 desa Rp1 miliar. Bersama Bappeda serta Forum CSR akan kita rumuskan siapa yang ditunjuk Gubernur. Baru kemudian dibuatkan SK. Ini memang harus di integrasikan biar ada out putnya" ujarnya.
" jelasnya.

Ketua Umum Forum CSR Kesos Sumsel J.Rhiantony mengatakan saat ini pihaknya tengah memprioritaskan beberapa program sejak 2018-2022 mendatang.

Diantaranya yakni integrated sosial mapping untuk pengentasan kemiskinan, edukasi advokasi dan sosialsiasi, serta kemitraan dan keejasama.

Sinergitas forum CSR Kesos juga terus dilakuka melibatkan Baznas, laz, coreporate/BUMN/BUMD perguruan tinggi/lembaga pelatihan, donatur, lembaga sosial, media dan lainnya.

Mode Zombie Belum Ada Setelah Update PUBG Mobile, Ini Penjelasan Resmi dari PUBG

Sampah Plastik dan Puntung Rukok Rusak Keindahan Jembatan Musi 4 Palembang

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved