Berita Prabumulih

Sungai Lematang Meluap, Akses Penghubung Jalan Pali-Prabumulih Putus, Banjir Capai 1,5 Meter

Banjir ini sudah beberapa hari ini bahkan sejak seminggu lalu namun sekarang yang parah, karena makin hari debit air meluap makin besar

Sungai Lematang Meluap, Akses Penghubung Jalan Pali-Prabumulih Putus, Banjir Capai 1,5 Meter
Tribun Sumsel/ Edison
Warga kota Prabumulih ketika membawa motor hendak pulang dari Kabupaten Pali, Jumat (5/2/2019). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Hujan deras yang melanda beberapa hari terakhir, tenyata membuat jembatan serta akses jalan penghubung antar kabupaten Pali dan Kota Prabumulih di Kelurahan Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, terendam banjir.

Banjir disebabkan aliran Sungai Lematang yang membelah kota Prabumulih dan Kabupaten Pali, meluap.

Madi, satu diantara warga Kelurahan Payuputat ketika dibincangi wartawan, Jumat (15/2/2019)  mengaku, banjir kiriman akibat sungai lematang meluap itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

"Banjir ini sudah beberapa hari ini bahkan sejak seminggu lalu namun sekarang yang parah, karena makin hari debit air meluap makin besar," ujarnya.

Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Begini Pesan Menyentuh Ahok Lewat Postingan AHY

6 Cara Mudah (Tips) Untuk Mengatasi Insomia, Membuat Tubuh Menjadi Fit Ketika Bangun di Pagi Hari

Madi menuturkan, lantaran terletak di pinggir sungai atau daerah aliran sungai membuat kawasan tersebut rentan terkena banjir.

"Banjir ini musiman dan terjadi tiap musim hujan karena sungai meluap ketika hujan terus menerus," katanya.

Hal yang sama disampaikan Syamsul Bahri, warga lainnya menuturkan ketinggian air bervariasi mulai dari setinggi pinggang orang dewasa hingga lebih.

"Jelasnya kalau anak kecil bisa hanyut, karena ketinggian bisa mencapai 1,5 meter," ujarnya.

9 Aplikasi Nonton Streaming Film, Mulai dari Drama, dan Serial Indonesia dan Internasional Sepuasnya

Tiket Pesawat Garuda Group Turun Hingga 20 Persen, Ini Alasannya

Syamsul menjelaskan, kondisi banjir ini menyulitkan warga untuk beraktivitas sehari-hari, apalagi seluruh mata pencarian warga yakni perkebunan karet terendam oleh air sungai.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved