Pendaki Gunung Dempo Meninggal

Mahasiswa UMP Meninggal di Gunung Dempo, Pendaki Perlu Ketahui Tahapan Gejala Hiportemia

Gejalanya mulai dari pusing, menggigil, hingga halusinasi seperti kesurupan. Meski berawal gejala ringan, penyakit ini banyak menyebabkan kematian

Istimewa
CUACA EKSTRIM : Tampak kondisi cuaca di kawasan Puncak Gunung Api Dempo (GAD) yang ekstrim. Hujan dan badai melanda kawasan tersebut, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Firdaus (19 tahun), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang meninggal dunia di Gunung Dempo Pagaralam.

Firdaus merupakan satu dari peserta Pendidikan Dasar (Diksar, red) Brigade Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (BRIMPALS).

Firdaus diduga mengalami hipotermia saat berada di puncak Dempo Pagaralam. Korban dievakuasi pada pukul 21:00 WIB, Senin (4/2/2019).

Banyaknya kejadian hipotermia seolah tidak dijadikan pelajaran bagi para pendaki gunung.

Para pendaki kerap salah mengidentifikasi gejala hipotermia, yang berakibat kesalahan pada penanganannya.

Inalilahi, Warga Geger Temukan Mayat Wanita Usia 18 Tahun dan Bayinya, Diduga Dibunuh Oleh Sosok Ini

Slamet Budiono Dikabarkan Bergabung ke Persiba Balikpapan ? Ini Penjelasan Budi

Dikutip dari kompas.com yang mengutip buku Mountaineering-The Freedom of the Hills karangan Edelstein, Li, Silverberg, dan Decker (2009), hipotermia adalah suatu kondisi ketika mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

Biasanya, suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C (95°F).

Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C.

Pada suhu ini, mekanisme kompensasi fisiologis tubuh gagal untuk menjaga panas tubuh (Fauci, 2008).

Dalam buku yang mahsyur di kalangan pendaki tersebut, hipotermia masuk dalam kategori exposure, yaitu kelelahan fisik yang disebabkan oleh keadaan alam atau lingkungan.

Slamet Budiono Dikabarkan ke Persiba Balikpapan, Ini Kata Manajemen Sriwijaya FC  

Kawanan Perampok Bobol ATM Bank Mandiri di Banyuasin, Satpam Disekap Hingga Warga Jadi Korban

Anggota Senior Mountaineering Wanadri, Djukardi ‘Adriana’ Bongkeng, mengatakan selain karena minimnya perencanaan dan persiapan pendakian, banyak pendaki pemula minim pengetahuan terkait hal-hal non teknis seperti hipotermia.

"Hipotermia biasa terjadi pada keadaan basah dan berangin di tempat yang dingin, medan yang ditempuh tidak terlalu menentukan, justru persiapan kita yang menentukan,” tutur Djukardi ‘Adriana’ Bongkeng, saat dihubungi KompasTravel, Selasa (16/5/2018).

Ia mengatakan hipotermia terbagi ke dalam beberapa fase atau stadium.

Awalnya Bandingkan Kemiripan dengan Rossa, Afgan Syahreza Malu Saat Tahu Identitas Wanita Ini

Semarak Imlek 2019, Main Air di Amanzi Waterpark Dihibur Barongsai

Gejalanya mulai dari pusing, menggigil, hingga halusinasi seperti kesurupan.

Meski berawal dari gejala ringan, penyakit ini banyak menyebabkan kematian.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved