Mayat Perempuan Dalam Lemari - Sehari Sebelum Dibunuh, Ciktuti Iin Puspita Telepon Kangen Mau Mudik

Mayat Perempuan Dalam Lemari - Sehari Sebelum Dibunuh, Ciktuti Iin Puspita Telepon Kangen Mau Mudik

Mayat Perempuan Dalam Lemari - Sehari Sebelum Dibunuh, Ciktuti Iin Puspita Telepon Kangen Mau Mudik
Facebook Iin Puspita
Mayat Perempuan Dalam Lemari - Sehari Sebelum Dibunuh, Ciktuti Iin Puspita Telepon Kangen Mau Mudik 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Korban pembunuhan indekos Mampang Jakarta Selatan yang mayatnya yang disimpan dalam lemari, Ciktuti Iin Puspita (22), sempat berkomunikasi dengan keluarganya di Simpang Aji, Kabupaten OKU Selatan, satu hari sebelum meninggal.

Kenangan itu diungkap keluarga ketika menunggu kedatangan jenazah yang tiba sekitar pukul 11.30, Kamis (22/11).

Menurut adiknya, Sri Wahyuni, Iin lias Ciktuti sempat berjanji dengannya akan mengajak berjalan-jalan ke sejumlah lokasi wisata.

Namun belum sempat mewujudkan janjinya korban sudah meninggal dunia akibat kekejaman kedua rekannya, Y (24) dan NR (17).

Sedangkan menurut ayahnya, Hari Suud (43), sejak kecil usia enam tahun Ciktuti bersama adiknya sudah ditinggal oleh ibunya.

Ciktuti diasuh oleh neneknya yang rumahnya tidak berada jauh dari rumah mereka.

Iin juga kerapkali mengirimkan uang untuk membantu orangtua dan adiknya mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan setiap tahun terutama saat hari raya Idul Fitri selalu pulang kampung untuk menemui keluarganya.

"Kami mengetahui pekerjaannya di tempat hiburan. Sering pulang setiap ada waktu. Ciktuti putus sekolah sampai SMP karena keterbatasan biaya," kata Suud.

Satu hari sebelum meninggal yang diperkirakan dibunuh pada Minggu.

Ciktuti sempat menghubungi keluarganya di Muaradua dan bercerita ingin pulang dan mengaku kangen dengan keluarga dan ingin segera pulang mudik.

Halaman
1234
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved