Berita Muratara

Siswa Selalu Kesurupan Seminggu Terakhir, Sekolah di SMA Negeri Surulangun Diliburkan 3 Hari

Lantaran puluhan siswa dan siswi disekolahan tersebut mengalami kesurupan massal setiap hari selama satu minggu terakhir, jumlahnya selalu bertambah

Siswa Selalu Kesurupan Seminggu Terakhir, Sekolah di SMA Negeri Surulangun Diliburkan 3 Hari
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Kondisi SMAN Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara yang sepi lantaran aktifitas belajar mengajar diliburkan karena takut kesurupan. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Seluruh siswa dan siswi SMA Negeri Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara diliburkan selama tiga hari sejak Selasa (18/9/2018) hingga Kamis (20/9/2018).

Lantaran puluhan siswa dan siswi disekolahan tersebut mengalami kesurupan massal setiap hari selama satu minggu terakhir, bahkan jumlahnya selalu bertambah.

Kepala Tata Usaha (TU) SMA Negeri Surulangun, Halilurahman menceritakan awalnya Senin (10/9/2018) pekan lalu, ada satu orang siswi yang mengalami kesurupan secara tiba-tiba saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Baca: Kartu Identitas Anak Diberlakukan Serentak 2019, Ini Syarat dan Manfaat Pemilik KIA

Baca: 6 Gejala Serangan Jantung ini Cuma Terjadi pada Wanita, Satu Diantaranya Sakit Perut, Waspada!

Ketika diberikan pertolongan pelajar yang kesurupan justru bertambah.

"Sebenarnya awal mulanya ada yang kesurupan,kemudian setiap harinya bertambah banyak, dan hari Senin (17/9/2018) kemarin puncaknya, ada sekitar 30 an anak yang kesurupan," jelasnya.

Pihaknya sudah berupaya meminta pertolongan ahli spiritual untuk menetralisir dan mengatasi keadaan di lingkungan sekolah tersebut, sehingga tidak mengganggu lagi aktivitas belajar siswa.

Baca: Segera Dibuka, Berikut Alur Pendaftaran CPNS 2018 secara Online di sscn.bkn.go.id

Baca: Cantik, Muda, Rara Jadi Istri Kepala Daerah Termuda di Sumsel Siap Mengemban Tanggung Jawab

"Kemarin kami sudah mengundang tokoh agama dari Lubuklinggau dan sudah dilakukan ruqyah, sarannya anak-anak jangan sekolah dulu, makanya kami liburkan sampai hari Kamis (20/9/2018) nanti," katanya.

Keputusan untuk meliburkan siswa sementara ini bukan hanya saran dari tokoh ulama itu melainkan karena khawatir siswa yang kesurupannya bertambah banyak, dan membuat ketakutan siswa lainnya, makanya diliburkan.

Sementara, menurut salah seorang siswa, Kendi menceritakan teman sekelasnya yang mengalami kesurupan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak ada tanda-tanda atau penyebab sebelumnya.

Baca: Mengaku Serba Mahal, Emak-emak Tanya Apa Pantas Makan Keong, Ini Jawaban Sandiaga

Baca: Ridho Yahya Ingin Tingkatkan Layanan, Warga Prabumulih Sakit Tinggal Nelpon Dokter Datang ke Rumah

"Tidak ada tanda-tanda, kami sedang belajar, tiba-tiba dia berteriak keras dan langsung memberontak, tidak lama kemudian ada lagi yang kesurupan, kebanyakan perempuan," ujarnya.

Sebelumnya kata Kendi, memang pernah ada siswa yang kesurupan, namun jumlahnya hanya satu atau dua orang saja, tidak sampai puluhan siswa seperti yang terjadi sepekan terakhir ini.

"Kalau yang sekarang ini sudah parah, bukan satu atau dua orang lagi, tapi banyak, tiap hari bertambah terus pelajar yang kesurupannya, bahkan guru juga ada yang kesurupan, siswa-siswi jadi takut semua," katanya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help