Berita Muara Enim

Siswa Magang di Kantor Bukan untuk Disuruh Bikin Kopi atau Tukang Fotokopi

Siswa SMK yang melaksanakan praktek lapangan di dunia kerja maupun industri bukan untuk disuruh bikin kopi atau tukang fotokopi

Siswa Magang di Kantor Bukan untuk Disuruh Bikin Kopi atau Tukang Fotokopi
Tribunsumsel.com/ Ika Anggraini
Kadisdik Sumsel, Drs Widodo Mpd saat menyambangi salah satu ruang belajar di Gedung baru SMKN 1 Muaraenim dan mengajarkan siswa jurusan Administrasi Perkantoran untuk mempraktekan cara menerima telepon. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM- Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan tegaskan siswa SMK yang melaksanakan praktek lapangan di dunia kerja maupun industri bukan untuk disuruh bikin kopi atau tukang fotokopi

Hal ini ditegaskan Kadisdik Sumsel,Drs Widodo M.Pd saat berkunjung ke SMKN 1 Muaraenim,Rabu, (5/9/2018).

" Anak magang itu bukan untuk disuruh bikin kopi atau tukang fotokopi, tapi tujuan dari magang itu adalah untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat dari sekolah untuk di praktek di dunia kerja ataupun industri," katanya.

Baca: Gubernur Edy Rahmayadi Mundur Dari Ketua PSSI ?, Simak Penjelasannya

Dalam kesempatan itu juga Widodo juga memberikan beberapa trik saat magang di perusahaan.

" Kemudian tidak boleh mengeluarkan kata ketus, bersikaplah dengan sopan,jaga nama baik sekolah, serta jangan membuat gaduh didalam kantor," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Widodo juga mengakui bahwa gedung baru SMKN 1 Muaraenim adalah bangunan sekolah yang paling bagus yang ada di Sumsel.

Baca: 5 Potret Menawan Syarifah Syahra Tusalwa,Putri Tiri Kartika Putri Anak Sulung Habib Usman bin Yahya

" Lahannya luas dan gedungnya juga bagus, dan saya berharap pihak sekolah dapat memanfaatkan gedung baru ini dengan maksimal,saya minta kedepan SMK ini dapat menjadi SMK digitalisasi,semuanya kalau bisa harus digital, absen digital, belajarnya digital pokoknya serba digital, dan suruh siswa itu sendiri yang membuat proses digitalisasi tersebut," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pihak sekolah untuk dapat mengatur tata letak antar ruang sekolah.

" Karena ruangan di gedung baru ini sangat banyak jadi harus benar-benar diatur antara ruang belajar, kantin, ruang praktik, musholah sehingga tercipta sekolah yang nyaman untuk ditempati," jelasnya.

Baca: Lagu Syantik Meledak Tak Disangka Segini Uang yang Diterima Siti Badriah dari youtube

Terkait meubelair (perlengkapan belajar) yang kurang, lanjutnya pihaknya telah mengganggarkan dana untuk pengadaan meubelair tersebut.

" Di Sumsel masih ada beberapa sekolah yang yang masih kekurangan meubelair dan saat ini kita masih melakukan inventarisir sekolah mana saja yang masih kekurangan karena kurangnya  ini bisa disebabkan beberapa faktor diantara karena sekolah baru dan karena terjadinya penyusutan, dan sekolah ini sudah kita anggarkan, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa di realisasikan," pungkasnya.

Baca: Ganjar dan Khofifah Diusulkan Sudjiwo Tedjo Bertukar Posisi Gubernur, Permasalahanya Sepele

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help