Ganjar dan Khofifah Diusulkan Sudjiwo Tedjo Bertukar Posisi Gubernur, Permasalahanya Sepele

Presiden Joko Widodo resmi melantik 8 gubernur baru, salah satunya adalah gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Ganjar dan Khofifah Diusulkan Sudjiwo Tedjo Bertukar Posisi Gubernur, Permasalahanya Sepele
Instagram
Sudjiwo Tedjo 

TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden Joko Widodo resmi melantik 8 gubernur baru.

Salah satunya adalah gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Baca: Lagu Syantik Meledak Tak Disangka Segini Uang yang Diterima Siti Badriah dari youtube

Ganjar menjadi gubernur kedua kalinya. Selain itu Ganjar juga dikenal sebagai gubernur yang gaul.

Sebelum pelantikan, Sudjiwo Tedjo yang dikenal sebagai budayawan dan ahli seni peran ini ikut berfoto bersama.

Baca: Ini Panggilan Sayang Anak Habib Usman bin Yahya ke Kartika Putri Usai Resmi Jadi Ibu Tirinya

Selain dengan Ganjar, Mbah Sudjiwo juga berfoto dengan Khofifah, Gubernur Jatim terpilih.

Namun, keinginan Sudjiwo membuat orang tercengang. Sebab dirinya ingin kedua gubernur tersebut bertukar daerah.

Baca: Lukas Diantar Demokrat Jadi Gubernur Malah Pilih Jokowi, Siap Diberi Sanksi

Seperti yang diungkapkan di akun twitter milik Sudjiwo Tedjo. Keinginan dia karena Khofifah sulit diajari bahasa prokem Jatim.

Ngajari wong Jateng Kang @ganjarpranowo ngomong Jancuk lbh gampang drpd ngajari wong Jatim Mbak @KhofifahIP , provinsi asal usul Jancuk, asal usulku jg. Aku usul tukeran gubernur aja. Mbak Khofifah yg alus Gub Jateng. Kang Ganjar yg Jancuk2an Gub Jatim. Yok opo Cuk?  @purpalart

Sebelumnya, adanya kabar soal dibatalkannya ceramah Sutad Somad karena adanya ancaman ditanggapi sejumlah pihak

Budayawan dan aktivis Sudjiwotedjo ikut angkat bicara soal isu ancaman dan intimidasi hingga membuat UAS batal mengisi di Jogja, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Lewat akun Twitternya Sudjiwotejo mengaku bukan penggemar UAS.

Bahkan ia mengaku ada beberapa hal dalam ceramah UAS yang tidak sependapat dengannya.

Namun adanya pencekalan dan ancaman terhadap UAS membuat Sudjiwotedjo prihatin dan memintak pihak keamanan untuk memberikan perlindungan pada UAS.

Aku sama sekali bukan pendukung apalagi fans UAS. Bnyk ceramahnya yg aku ndak sependapat. Tp jngn sampai hak beliau utk ngomong (di Jatim/Jateng) dihilangkan pihak2 tertentu. Polisi mestinya melindungi UAS dari pihak2 yg mengancam/menekan UAS bila UAS tak membatalkan acaranya

Penulis: Siemen Martin
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help