Berita Palembang

Satgas Karhutla Ternyata Tak Hanya Bertugas Padamkan Api, Ini Tugas Selanjutnya yang Diemban

Pasca berakhirnya perhelatan Asian Games 2018 di Palembang, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Sumsel ternyata

Satgas Karhutla Ternyata Tak Hanya Bertugas Padamkan Api, Ini Tugas Selanjutnya yang Diemban
Tribunsumsel.com/ Arief B Rohekan
Pasca berakhirnya perhelatan Asian Games 2018 di Palembang, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Sumsel ternyata masih harus mengemban tugas membantu pendampingan masyarakat petani menyambut masa tanam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,---Pasca berakhirnya perhelatan Asian Games 2018 di Palembang, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Sumsel ternyata masih harus mengemban tugas membantu pendampingan masyarakat petani menyambut masa tanam.

"Satgas Karhutla tak hanya memadamkan api juga memberi solusi yang bisa diberikan kepada masyarakat. Tapi pada dasarnya kita mengajak masyarakat sadar," kata Danrem 044/Gapo selaku Dansatgas Karhutla Sumsel Kol Inf Iman Budiman didampingi Kepala BPD Sumsel Iriansyah dan Kasi Ops Korem Letkol Inf Andik Siswanto yang juga Dansub Satgas Darat, serta Kepala Posko Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla BPBD Sumsel Ansori, Rabu (5/9/2018).

Baca: Lagu Syantik Meledak Tak Disangka Segini Uang yang Diterima Siti Badriah dari youtube

Dansatgas mengatakan, saat ini Satgas beralih fungsi dari Karhutlah kepada pendampingan dalam membantu petani. Ada 2 operasi yakni Pati Geni 1 dan Lebur Kuring 1 dari Satgas Darat.

"Dalam rangka pencegahan dan penindakan pembakaran lahan. Pada fase tanggal 5 September itu dititik beratkan fase pemulihan akan dimulai per 30 September paling lambat pertengahan Oktober musim hujan. Salah satu tugasnya mendampingi masyarakat dalam kegiatan masa tanamnya. Ada beberapa langkah bijak. Sub Satgas bios 44 beroperasi di 55 desa. Itu the composer organik sebagai pengganti pupuk pengolahan terutama di lahan gambut. OKI, Mura yang akan dilaunching. Ini bagian dukungan BPBD kepada Satgas Darat," jelas Iman Budiman.

Baca: Sriwijaya FC Balik Kandang ke Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sanksi Penutupan Tribun Masih Berlaku

Diungkapkannya, pola operasi ofensif aktif, Pati Geni 1 pada patigeni 2 dan lembur kuring 2. Pasukannya tetap dalam siaga penuh karena masa puncak kemarau baru saja akan dihadapi, sesuai perkiraan pihak BMKG.

"Kita berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mempercayakan kepada kita. Personel masih di hutan hanya diganti. 275 pelaksana lebur kuring Kodam II/SWJ plus 200 pelaksana pati geni dari Kostrad. 140 pelaksana pati geni Korem 044. 200 dari Lampung dan Riau dukung kapolri. Pengendalian langsung secara bersama-sama mendampingi masyarakat petani," terangnya.

Diakuinya selama ini intensitas operasi meningkat. Bahkan fire spot yang dihadapi luar biasa banyak khususnya pada pelaksanaan Asian Games.

Baca: Pramugari Ini Jual Keperawanan Rp 4,3 M karena Lelah Ditanya Kapan Menikah

"Menurut saya bukan masyarakat hidup dari lahan bertani. Tapi hal-hal lain. Tapi bisa kita hadapi. Pada stadium awal, Tim Karhutlah bisa menghadapi sehingga tidak terjadi bencana. Memang kebakaran masih ada. Hal-hal lain di luar kebutuhan bertani. Berbeda dengan petani, sampah dikumpulkan, kelompok taninya ada. Patuh terhadap instruksi dan pemadamnya ada," bebernya.

Dansatgas juga menyatakan timnya sudah berusaha keras. Ini menurutnya proses transisi menghentikan budaya pembukaan lahan dengan membakar.

Baca: Puan Bocorkan Kriteria Ketua Tim Jokowi, Erick Thohir dan Najwa Shihab Kandidatnya

"Belum bisa menggantikan cara menghilangkan sampah. Tapi Alhamdulillah kita bisa menjaga ISPU (Indeks Standar Pencemar Udata) Kota Palembang masih sehat di tengah normal 20-30. Pernah 31 Juli itu berada di kisaran 51 pmtm. Dan setelah itu bisa kita pertahankan. Jajaran mesin organisasi karhutlah yang dibangun Gubernur bisa berjalan dengan baik. Kendala yang krusial tidak ada. Memang dibutuhkan kebijakan di tingkat Satgas yang tepat. Langkah teknis yang kita gelar membuahkan hasil.

Baca: Jadwal Siaran Langsung dan Live Streaming UEFA Nations League, Mulai Dini Hari Nanti

Tupoksi dari gubernur jaga dari bencana asap dan tingkat indeks pencemaran udaranya. Dan keberhasilan itu justru itu yang besar oleh dukungan masyarakat. Puluhan ribu masyarakat itu mereka menahan diri menunda masa tanam sampai masa tanam Asian Games," tandasnya.

Sementara kepala BPBD Sumsel Iriansyah menerangkan, status siaga karhutla di Sumsel belum berakhir, mengingat puncak musim kemarau diprediksi akan berlangsung sampai pertengahan Okteber mendatang.

"Sesuai perkiraan BMKG sekarang masih musim kemarau, sehingga kita tetap siaga," pungkasnya.

Baca: Tengah Hamil Muda, Raisa Ternyata Ngidam Berat Makanan Ini Hingga Bikin Khawatir Para Fans

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved